hollandeParis, LiputanIslam.com — Presiden Perancis Francois Hollande berjanji akan membawa seluruh korban kecelakaan pesawat Air Algeria AH5017 ke Perancis. Hal itu disampaikan Hollande usai bertemu keluarga korban di Paris, Sabtu (26/7) petang.

Sebanyak 54 warga negara Perancis diketahui menjadi korban kecelakaan pesawat tersebut di antara 118 penumpang dan awak pesawat yang kesemuanya dipastikan tewas. Di antara warga Perancis yang menjadi korban adalah sebuah keluarga yang kehilangan 10 anggotanya.

Musibah tersebut akan diperingati sebagai hari berkabung nasional di seluruh Perancis selama 3 hari mulai Senin besok (28/7). Aljazair juga telah menetapkan hari berkabung nasional selama 3 hari.

Sebagaimana dilaporkan BBC, dalam pernyataannya tersebut Hollande juga menyebutkan bahwa sebuah tugu peringatan akan didirikan di lokasi jatuhnya pesawat.

Pesawat Air Algeria AH5017 terbang dari Ouagadougou, ibukota Burkina Faso, menuju ibukota Aljazair, ketika jatuh pada hari Kamis (24/7). Sebelum jatuh di gurun pasir Sahara di wilayah Mali, pilot sempat melaporkan adanya badai pasir dan meminta ijin untuk mengubah jalur penerbangan.

Pesawat berjenis McDonnell Douglas MD-83 itu disewa Air Algerie dari perusahaan Spanyol Swiftair.

Selain Perancis, negara-negara yang menjadi korban kecelakaan adalah sebagai berikut: Lebanon 8 orang, Aljazair 6 orang, Luxemburg 2 orang, Kanada 5 orang, Jerman 4 orang, serta Belgia, Mesir, Ukraina, Swiss, Nigeria, Mali, dan Inggris masing-masing 1 orang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL