perahu imigran italiaRoma, LiputanIslam.com — Hanya sehari setelah terjadinya musibah tenggelamnya perahu imigran di perairan Libya yang menewaskan puluhan orang, hari Senin kemarin (12/5) media-media Italia dengan mengutip keterangan otoritas setempat, melaporkan terjadinya musibah tenggelamnya perahu imigran di perairan Italia dekat Pulau Lampedusa.

Dikabarkan sejumlah mayat telah dievakuasi dari sekitar 400 penumpang perahu yang tenggelam tersebut. Sebanyak 200 penumpang berhasil diselamatkan dan sisanya masih dalam pencarian. Kantor berita Italia ANSA melaporkan insiden terjadi 185 km dari Pulau Lampedusa.

“Satu perahu penuh dengan imigran telah tenggelam beberapa jam lalu di lepas pantai Libya,” lapor ANSA mengutip petugas penjaga pantai Italia, Senin (12/5)

Dilaporkan juga penjaga pantai telah mengerahkan helikopter dan 2 kapal perang dengan kecepatan penuh untuk memberikan pertolongan.

Sementara La Repubblica melaporkan, musibah itu terjadi 50 mil dari pantai Libya. Menurut laporan itu, penjaga pantai Italia menerima informasi terjadinya musibah tersebut dari laporan yang diberikan oleh kru kapal eksplorasi minyak di kawasan itu yang melihat terjadinya insiden.

Sementara itu dalam insiden sebelumnya yang dilaporkan AL Libya hari Minggu (11/5), sebanyak 36 pencari suaka tewas dan 42 lainnya hilang akibat tenggelamnya sebuah perahu berisi pencari suaka di lepas pantai Libya. Sebanyak 52 pencari suaka (imigran) lainnya berhasil diselamatkan.

Insiden-insiden tersebut bukanlah yang pertama terjadi. Tahun lalu lebih dari 400 pencari suaka tewas tenggelam dalam insiden serupa di dekat Pulau Lampedusa. Dalam 20 tahun terakhir bahkan diperkirakan sebanyak 20.000 imigran tewas saat mencoba bermigrasi ke Eropa dengan perahu.

Ratusan pencari suaka mendarat di pantai Italia hampir setiap harinya dalam beberapa minggu terakhir. Sebagian dari mereka berhasil ditangkap oleh otoritas keamanan Iralia.

Sebagian besar pencari suaka itu datang dari Eritrea, Somalia dan Suriah dengan menggunakan perahu yang berangkat dari Libya.(ca/voice of russia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL