penyerahan simbolis RSI kepada Menkes Palestina

penyerahan simbolis RSI kepada Menkes Palestina

Jakarta, LiputanIslam.com–Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza akhirnya resmi diserahkan kepada pemerintah Palestina. Penyerahan secara simbolis dilangsungkan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (9/1/2016) dengan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, serta Menteri Kesehatan Palestina, Jawad Awwad. Ketua Presidium MER-C, Dr. Henry Hidayatullah dalam acara itu menyatakan bahwa penyumbang dana pembangunan RSI mulai dari tukang ojek hingga konglomerat.

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) adalah penggagas dan koordinator pembangunan RSI. Pembangunan dimulai dari tahun 2009 dan menghabiskan biaya 126 milyar rupiah.

“RSI murni dibangun dari sumbangan rakyat Indonesia, tidak ada sumbangan dari negara asing manapun,” tegas Henry dalam kata sambutannya.

Lebih jauh Henry menceritakan dengan nada haru, penyumbang dana berasal dari Sabang sampai Merauke, dan terutama berasal dari kalangan menengah ke bawah. Ada tukang becak dan tukang ojek yang mengantarkan dana ke kantor MER-C, ada seorang ayah yang membawa mobil, lalu meninggalkan mobilnya di kantor MER-C dan pulang naik kereta. Ada pula seorang ibu yang baru sembuh dari stroke datang ke kantor MER-C dengan kereta dan menyerahkan emas berlian miliknya.

Sementara itu, anggota Presidium MER-C, Dr. Joserizal Jurnalis juga mengisahkan bahwa banyak pemerintah daerah yang juga turut berperan dalam penggalangan dana. Pemda Aceh adalah yang  terbanyak menggalang dana. Dalam video yang ditayangkan di acara tersebut, terlihat RSI di Gaza pun mencantumkan nama-nama daerah penyumbang sebagai nama kamar perawatan. Menurut Joserizal, yang terbanyak menyumbang adalah kalangan menengah ke bawah, dan hanya ada satu konglomerat yang menyumbang, yaitu Aburizal Bakrie. Di antara para penyumbang adalah Majelis Tafsir Al Quran, FPI, Majelis Taklim Telkomsel, dan sejumlah artis, antara lain Slank.

“RSI adalah bukti keuletan rakyat Indonesia,” tegas Joserizal.

RSI ini berdiri di atas lahan pemerintah Palestina seluas 16.261 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 10.000 meter persegi. RSI terdiri dari dua lantai dan ruang bawah tanah dengan 90 ruang rawat inap, 10 ruang instalasi gawat darurat, satu laboratorium, satu ruang radiologi, dan sepuluh ruang perawatan intensif berkapasitas 100-150 pasien. RSI sudah mulai beroperasi sejak 27 Desember 2015. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL