puing mh17Moskow, LiputanIslam.com — Penyidik Rusia memastikan kesaksian warga Ukraina tentang penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 oleh pesawat tempur Ukraina sebagai valid.

Sebagaimana dilansir Russia Today, Rabu (24/12), Komisi Penyidikan Rusia telah mewancarai warga negara Ukraina tersebut, Selasa (23/12) di suatu tempat di Rusia. Dan dari wawancara itu yang juga menggunakan alat deteksi kebohongan, dipastikan keterangan tersebut “bukan kebohongan”.

“Fakta-fakta yang dilaporkan oleh saksi tersebut sangat jelas dan konsisten. Kami cenderung untuk menganggapnya sebagai kebenaran. Tes kebohongan juga membenarkannya,” kata jubir Komisi Penyidikan Rusia Vladimir Markin kepada wartawan, Rabu.

“Menurut keterangannya, ia secara langsung melihat pesawat itu dipiloti oleh Voloshin, dipersenjatai oleh rudal udara ke udara R-60,” kata Markin seraya menambahkan bahwa menurut keterangan tersebut senjata jenis itu tidak biasa digunakan dalam misi penerbangan Ukraina di wilayah konflik karena pemberontak tidak memiliki pesawat tempur.

Markin juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus mencari keterangan terkait dengan insiden penembakan pesawat MH17 dan akan bekerjasama dengan tim penyidik internasional yang dipimpin oleh Belanda.

“Jika mereka serius untuk mendapatkan kebenaran dan mengajukan permintaan resmi,” tambahnya.

Saksi tersebut kemungkinan besar berada di Rusia dan beada di bawah perlindungan aparat keamanan Rusia demi menjaga keselamatan dirinya.

Penyidikan tersebut digelar menyusul adanya laporan media Rusia tentang kesaksian warga Ukraina tersebut.

Kesaksian tersebut sejalan dengan klaim Kemenhan Rusia bulan Juli lalu bahwa pesawat tempur SU-25 Ukraina diketahui terbang membuntuti pesawat Malaysia Airlines MH17 pada jarak antara 3 sampai 5 km. Informasi itu didapat dari foto satelit Rusia.

Sementara itu laporan awal penyelidikan kecelakaan yang dilakukan oleh tim internasional yang dipimpin Belanda menyebutkan bahwa penyebab jatuhnya pesawat MH17 adalah karena tabrakan beberapa benda berkecepatan tinggi. Namun tidak ada keterangan tentang benda berkecepatan tinggi itu. Tim menargetkan akan mengeluarkan laporan akhirnya pertengahan tahun depan.

Karena dianggap terlalu lambat tidak transparan beberapa keluarga korban kecelakaan MH17 telah mengajukan permohonan kepada PBB untuk mengambil-alih penyelidikan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL