mehdiParis, LiputanIslam.com — Pengadilan Perancis memerintahkan pengekstradisian Mehdi Nemmouche, pelaku penyerangan museum yahudi di Brussels bulan lalu, ke Belgia.

Empat orang tewas dalam serangan itu, dua di antaranya adalah pasangan warga Israel yang dikabarkan adalah agen rahasia Mossad. Sebelumnya Mehdi Nemmouche (29 tahun), tinggal di Suriah selama setahun sebagai anggota kelompok pemberontak.

Sebagaimana dilaporkan BBC, Kamis (26/6), pengacara Nemmouche mengatakan pihaknya akan mengajukan banding atas keputusan itu dan menuduh pengadilan mengingkari janji untuk tidak mengekstradisi Nemmouche  ke “negara ketiga”.

Nemmouche dan pengacaranya khawatir bahwa setelah ia diekstradisi ke Belgia, ia akan diekstradisi ke Israel.

Mehdi Nemmouche adalah warga Perancis keturunan Aljazair yang berasal dari kota Roubaix di dekat perbatasan Belgia. Ia ditangkap di stasiun kereta api  Marseille, beberapa hari setelah penembakan di Brussels.

Polisi mengatakan saat ditangkap ia membawa senapan Kalashnikov dan pistol yang sesuai dengan senjata yang digunakan dalam penyerangan. Ia diketahui baru saja tiba dari Suriah setelah menghabiskan waktu selama setahun sebagai anggota kelompok pemberontak.

Belgia telah mengajukan permintaan ekstradisi atas Nemmouche kepada Perancis.

“Klien saya tentu akan mengajukan banding ke Court of Cassation (Pengadilan Kriminal Tertinggi Perancis) karena ia tidak puas dengan keputusan ini,” kata pengacara Apolin Pepiezep kepada French TV.

Sebagaimana negara-negara Eropa barat lainnya, Perancis kini menghadapi masalah dengan keberadaan “mujahidin-mujahidin” yang terkait dengan konflik di Suriah. Pemerintah Inggris, misalnya, meyakini sebanyak 500 muslim Inggris telah pergi ke Suriah untuk berperang.

Sementara baru-baru ini sekelompok pemuda muslim Jerman ditangkap ketika hendak bergabung dengan kelompok ISIS di Irak. Sementara di Spanyol baru-baru ini 8 orang ditangkap karena diduga hendak bergabung dengan kelompok ISIS.

Pada bulan Maret 2013, seorang pemuda Perancis, Mohamed Merah, membunuh 3 tentara dan 3 anak yahudi seorang guru di sekolah yahudi di Toulouse.

Meski kepulangan Mehdi Nemmouche ke Perancis telah dilaporkan oleh otoritas keamanan Jerman kepada Perancis, namun tidak ada upaya serius dari Perancis untuk mengawasinya hingga terjadinya serangan mematikan itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL