AirAsia_ningbo_1Pangkalan Bun,LiputanIslam.com–Setelah Flight Data Recorder (FDR) pesawat AirAsia QZ8501 berhasil diangkat, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan segera memulai penyelidikan. Sementara itu, Basarnas memprediksi jatuhnya Pesawat AirAsia QZ8501 dalam kondisi meledak.

Dalam penyelidikan mengenai penyebab jatuhnya pesawat, tim dari KNKT akan bekerja bersama tim dari negara lain, sebagaimana diatur oleh undang-undang.

“Menurut UU nomor I Tahun 2009 tentang Penerbangan, sejalan dengan incident and accident investigation, penyelidikan kecelakaan harus melibatkan sejumlah pihak,” kata investigator KNKT Kapten Ertata Lananggalih, seperti dikutip Detikcom (12/1/2015).

Ada tiga pihak negara yang akan dilibatkan. Pertama adalah Indonesia. Kedua, adalah Prancis, karena Airbus didesain di negeri tersebut.

“Yang ketiga adalah negara pembuat, dalam hal ini juga Prancis,” kata Ertata.

Selain itu, ada pihak keempat yang bisa saja dilibatkan dalam proses penyelidikan, misalnya Amerika, karena dalam pembuatan mesin pesawat, Prancis juga bekerjasama dengan Amerika.

Sementara itu, berdasarkan serpihan-serpihan yang telah ditemukan tim SAR gabungan, Basarnas memprediksi pesawat meledak sebelum jatuh ke air.

“Analisa saya profil jatuhnya AirAsia dalam kondisi meledak dari sayap dan bagian badan yang ditemukan,” ujar Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi di posko gabungan di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin, Kalteng, Senin (12/1/2015).

Selain itu, informasi dari nelayan yang mendengar adanya ledakan juga menguatkan prediksi ini. Menurut Supriyadi, kemungkinan yang meledak ada di bagian pesawat sebelah kiri.

“Kalau kondisi dari puing-puing yang kita lihat hancur, body sebelah kiri terbentur. Ada perubuhan ketinggian, perbedaan tekanan udara. Jatuh dalam kondisi mesin yang hidup, bercerai berai,” kata Supriyadi seperti dikutip Detikcom.

“Bukan hanya karena menabrak air tapi ada tekanan yang sangat kuat. Atau seperti balon yang kena jarum. Jadi bukan karena engine, kalau mesin, dua seken maka meledak. Tapi ini baru analisa saya. Yang lebih jelas dari KNKT,” sambungnya. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*