bangkai mh17Kiev, LiputanIslam.com — Para pekerja, hari Minggu (16/11) menyingkirkan reruntuhan-reruntuhan penting dan bekas-bekas potongan jenasah manusia di lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di Donetsk, Ukraina, bulan Juli lalu.

Tim pekerja yang diawasi oleh para ahli penyidik kecelakaan dari Belanda itu manargetkan area dimana sebagian besar jenasah yang ditemukan masih belum teridentifikasi. Demikian laporan BBC News, Minggu (16/11) petang.

Reruntuhan dan bekas-bekas potongan jenasah itu selanjutkan dibawa ke Belanda untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pesawat MH17 jatuh bersama 298 penumpang dan awaknya di wilayah konflik Donetsk, Ukraina, saat terbang dalam perjalanan menuju Kualalumpur dari Amsterdam. Penyidik internasional yang dipimpin Belanda dalam laporan awalnya menyebutkan pesawat meledak dan jatuh karena “hantaman beberapa benda berkecepatan tinggi”.

Rusia menuduh pesawat-pesawat tempur Ukraina menembak jatuh pesawat itu, sementara Ukraina dan negara-negara barat menuduh pesawat itu ditembak oleh pemberontak dukungan Rusia.

Dalam operasi pembersihan itu para penyelidik internasional bekerjasama dengan otoritas separatis Donetsk. Sebelumnya telah dicapai kesepakatan antara keduanya untuk melakukan pembersihan setelah berbulan-bulan tertunda karena alasan keamanan.

Penyidik dari Komisi Keselamatan Belanda mengatakan bahwa operasi pembersihan akan memakan waktu selama beberapa hari dan menambahkan bahwa reruntuhan itu akan membantu penyelidikan untuk menentukan penyebab jatuhnya MH17. Namun tidak semua bangkai pesawat akan dibawa ke Belanda, melainkan hanya bagian-bagian tertentu yang dianggap penting saja seperti roda, sayap dan tanki bahan bakar.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL