Children write messages of hope for passengers of missing Malaysia Airlines Flight MH370 at Kuala Lumpur International AirportLondon, LiputanIslam.com — Para penyelidik mengungkapkan, terputusnya arus listrik pada awal penerbangan Malaysia Airlines MH370 yang disebabkan oleh modus pembajakan, diduga menjadi penyebab kecelakaan pesawat itu.

Demikian dilaporkan The Telegraph, Minggu (29/6) dan dikutip Al Arabiya Senin malam (29/6).

Dalam laporan itu disebutkan, Australian Transport Safety Bureau (ATSB) dalam laporannya mengungkapkan bahwa data satelit Boeing 777 200 ER menunjukkan pesawat itu berupaya mengontak satelit, kurang dari 90 menit setelah MH370 tinggal landas dari Kuala Lumpur.

“Permintaan kontak (log-on) di tengah penerbangan bukan hal yang lazim,” tulis laporan tersebut.

“Sebuah analisis menunjukkan bahwa penentuan kharakteristik dan timing permintaan log-on sangat cocok sebagai hasil dari interupsi terhadap arus listrik,” ungkap laporan tersebut.

Permintaan ini, yang dikenal sebagai sebutan ‘handshake”, kemungkinan terjadi karena kegagalan arus listrik dalam pesawat MH370, tulis laporan setebal 55 halaman itu.

Menurut laporan ini, MH370 berupaya melakukan log-on sebanyak enam kali ke satelit. Upaya ‘handshake’ terakhir diyakini menjadi penyebab MH370 menemui nasib nahas dan tercebur ke Samudra Hindia.

Menjelaskan alasan di balik pemutusan arus listrik pesawat, Peter Marosszeky, ahli penerbangan dari Universitas New South Wales, Austalia, mengatakan bahwa interupsi terhadap arus listrik di atas pesawat kemungkinan besar merupakan hasil upaya pembajakan.

Interupsi arus listrik ini dilakukan dengan cara membuka kotak pemutus hubungan listrik dan membuka saklar kontrol baterai. Dengan begitu pesawat hampir kehilangan semua kekuatannya, alias lumpuh.

“Jika ada awak pesawat ingin melakukan sesuatu yang jahat atau ada pembajak di pesawat, mereka akan membuka kotak pemutus arus dan membuka saklar kontrol baterai. Dengan demikian pesawat menjadi lumpuh, hampir seluruh sistemnya lumpuh, kecuali mesin,” kata Marosszeky.

“Mesin pesawat punya komputer kecil sendiri dan mesin punya sumber listrik sendiri yang digerakkan oleh generator di gearbox,” kata Marosszeky.

“Anda dapat mengatur ulang arus listrik dengan beberapa cara, namun dengan cara ini pesawat akan segera mati berbarengan dengan kontak satelit atau informasi yang dikirim oleh transponder di pesawat. Komputer pesawat dibuat linglung dan ini dilakukan oleh pilot yang sangat pintar atau orang yang benar-benar tahu pengoperasian pesawat itu,” tutur Marosszeky lagi.

Laporan yang dirilis Kamis pekan lalu itu juga menunjukkan bahwa para penumpang dan awak pesawat mati lemas saat pesawat meluncur ke laut dengan hanya dikendalikan otopilot.

Kesimpulan tersebut dibuat setelah para penyelidik membandingkan sejumlah kecelakaan pesawat yang terjadi sebelumnya.

Pada Jumat pekan lalu, pemerintah Australia mengumumkan zona pencarian baru yang mulai disisir pada bulan Agustus mendatang.

Sejauh ini, para pencari MH370 belum menemukan secuil pun jejak pesawat atau para penumpangnya, sehingga kasus kecelakaan ini menjadi misteri terbesar dalam sejarah penerbangan.

Pesawat Boeing 777 200ER milik Malaysia Airlines hilang pada 8 Maret silam, memicu pencarian besar-besaran yang melibatkan banyak negara demi mencari reruntuhan yang hingga kini hasilnya masih nihil.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL