Tel Aviv, LiputanIslam.com–Pengadilan Israel menyatakan bersalah seorang penyair Palestina terkenal atas puisinya yang dituduh memprovokasi kekerasan terhadap pasukan militer rezim Israel.

Dareen Tatour, sang pernyair, telah berstatus sebagai tahanan rumah sejak Januari 2016. Pada Kamis (3/5/18), ia dinyatakan bersalah atas tiga unggahannya yang ia buat di media sosial selama gelombang serangan kepada tentara Israel sejak 2015.

Jaksa Israel membuat keputusan dakwaan berdasarkan satu puisi berjudul “Lawanlah Rakyatku, Lawan” yang diunggah di Facebook, bersama tiga unggahan lain yang menyerukan rakyat Palestina untuk bangkit melindungi Masjid al-Aqsa di Yerusalem al-Quds.

Puisi itu menyertakan larik seperti, “Aku tidak akan mengalah pada ‘solusi damai,’ Tidak akan menurunkan benderaku, Sampai aku mengusir mereka dari tanahku.”

Tatour juga menulis, “Lawan perampokan oleh penduduk [Israel], Dan ikuti karavan para syuhada.”

Pihak Israel mengklaim puisi itu memiliki “konten, … dan publikasi yang menciptakan kemungkinan aksi kekerasan atau terorisme…”

Setelah keputusan jatuh di pengadilan, koran Israel mengutip respon Tatour.

“Pengadilan mengatakan saya bersalah atas terorisme. Jika saya melakukan terorisme, saya memberikan dunia sebuah terorisme cinta,” katanya.

Sejak penangkapan Tatour pada 2015, lebih dari 150 penyair dunia, termasuk Alice Walker and Naomi Klein, mengecam penahanan itu sebagai pelanggaran kebebasan berekspresi bagi seorang pernyair. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL