Manama,LiputanIslam.com—Penulis Bahrain Abdullah Al-Junaid telah memicu kontroversi setelah mengatakan bahwa negaranya tidak akan meminta izin siapa pun untuk membangun hubungan langsung dan formal dengan Israel.

“Jika Bahrain menemukan kepentingannya, kami tidak akan mengambil izin dari siapa pun,” kata Al-Junaid dalam wawancara dengan Rusia Today, menambahkan bahwa Palestina harus kembali ke apa yang ia gambarkan sebagai “realitas politik”.

“Mengapa mereka tidak membentuk partai politik daripada front bersenjata,” katanya.

Pernyataan Al-Junaid memicu kontroversi di media sosial dengan satu pengguna mengatakan dia tidak mewakili orang-orang Bahrain.

Bahrain baru-baru ini mendukung hak Israel untuk membela diri, setelah Tel Aviv menargetkan “puluhan posisi militer Iran di Suriah”. Sebagai imbalannya, Israel memuji dukungan Manama dan menggambarkannya sebagai dukungan “bersejarah”.

Media Israel melaporkan akhir tahun lalu bahwa Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa menentang pemboikotan negara-negara Arab terhadap Israel dan bermaksud untuk mengizinkan warga dari kerajaannya mengunjungi Israel secara bebas.

Pada bulan Desember tahun lalu, delegasi Bahrain yang terdiri lebih dari 20 orang mengunjungi kota Yerusalem yang diduduki oleh Israel.(fd/memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*