Tehran, LiputanIslam.com—Pemerintah AS baru-baru ini dilaporkan menangguhkan permohonan visa dari warga Iran. Hal ini menyebabkan banyak pihak merasa dirugikan, termasuk orang-orang berkewarganegaraan ganda (Iran dan Amerika) dan para pengusaha yang sering bepergian dari dan menuju Iran.

Kantor berita AFP melaporkan, sejumlah agen perjalanan di Iran mengaku kebijakan yang dikeluarkan Presiden Donald Trump tersebut telah menyusahkan orang-orang Iran yang tinggal di AS.

“Hal itu menyusahkan komunitas warga Iran yang tinggal di AS dan yang tinggal di negara sendiri…karena mereka punya banyak saudara di negara tersebut dan mereka tidak bisa melakukan perjalanan karena dipersulit,” kata Mike Amiri, spesialis travel dan pendiri Amiri Tours dan Travel Service.

“Hari ini, kami menerima 5 pembatalan perjalanan karena pengumuman tersebut,” katanya.

Selain Iran, Trump juga diperkirakan akan memerintahkan penolakan visa dari Suriah, Irak, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman. Demikian informasi dari kongres dan sejumlah ahli imigrasi yang mendiskusikan masalah ini.

Agen perjalanan lain, Farhad Besharati, mengaku keputusan Trump tersebut telah berefek buruk terhadap bisnis travel Iran.

“Kami menderita sangat berat. Tidak ada lagi bisnis dari Iran. Kami harus mempertimbangkan bisnis di sini dan juga orang-orang yang memesan tiket penerbangan di internet. Jadi bisnis kami jatuh sekarang karena keputusan tersebut,” kata Besharati. Ia menambahkan bahwa lebih dari 90 persen pendapatannya datang dari orang-orang yang bepergian dari dan menuju Iran. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL