Tel Aviv, LiputanIslam.com–Israel menahan 6.500 orang Palestina, termasuk perempuan, anak-anak, dan para pejabat di penjara dan rumah tahanan di sepanjang kawasan pendudukan. Demikian laporan dari organisasi non-pemerintah Commission of Detainees and Ex-Detainees Affairs (CDA), Palestinian Prisoners’ Society dan Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) pada Sabtu (15/04/2017).

Berdasarkan data dari ketiga organisasi ini, terdapat 57 perempuan dan 300 anak-anak Palestina dalam penjara. Beberapa tahanan dilaporkan telah ditahan selama 11 tahun.

Laporan ini dikeluarkan setelah sejumlah 1.500 tahanan melakukan aksi mogok makan di Hari Tahanan Palestina. Mereka memprotes kondisi penjara yang buruk dan restriksi kunjungan keluarga.

Para tahanan juga meminta akses yang lebih baik untuk kesehatan, penambahan durasi kunjungan dari 45 menit ke 90 menit, pencopotan batas kaca agar para ibu dapat menyentuh anak mereka, dan akses untuk membaca buku.

Pada Kamis lalu, organisasi HAM Amnesty International meminta rezim Tel Aviv menghentikan kebijakan “kejam dan melanggar hukum” atas tahanan Palestina.

“Kebijakan kejam Israel kepada tahanan Palestina di kawasan pendudukan merupakan penyelewengan besar atas Fourth Geneva Convention,” kata Magdalena Mughrabi, Deputi Direktur Regional Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL