agribisnisJakarta, LiputanIslam.com — Sejumlah pengusaha Brunei Darussalam menyatakan minat mereka untuk menjalin kerja sama di bidang agrobisnis dengan para pengusaha Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam acara sarasehan bertema “Business Opportunity in Remarkable Indonesia” di Kedutaan Besar RI di Bandar Seri Begawan, Rabu (16/4).

“Penyebarluasan informasi kinerja makro-ekonomi Indonesia terkini merupakan langkah awal dalam upaya memberikan pemahaman kepada kalangan dunia usaha Brunei Darussalam mengenai kondisi perekonomian Indonesia dan peluang bisnisnya,” kata Duta Besar Nurul Qomar dalam sambutan acara yang digelar dalam rangka merayakan 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Brunei Darussalam tersebut.

Acara itu dihadiri beberapa pengusaha Indonesia dan sekitar 55 pengusaha Brunei Darussalam dari berbagai kelompok bisnis. Pengusaha Indonesia pada kesempatan itu mempresentasikan produk pertanian berupa pupuk organik. Pemaparan itu rupanya cukup menarik para pengusaha Brunei karena digunakannya bahan organik yang ramah lingkungan dan berasal dari produk yang halal.

Wakil Direktur Pertanian Kementerian Industri dan Sumber-sumber Utama Khartini binti Musa menyatakan sektor pertanian dan produk-produk pertanian Brunei cukup mapan dan kompetitif.

“Kami menekankan syarat-syarat halal, keselamatan, dan kualitas, di samping memastikan keamanan pangan bagi masyarakat konsumen Brunei Darussalam,” katanya.

Sementara itu Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Brunei Rudhito Widagdo memaparkan, banyak produk berkualitas Indonesia yang telah diperkenalkan dengan pendekatan dari pintu ke pintu untuk  memasuki pasaran di Brunei. Antara lain bahan bangunan, makanan dan minuman, produk pertanian, perabot, produk kayu, aromaterapi, dan industri pariwisata.

Namun masih ada masalah, yakni kompleksnya pengangkutan produk dalam jumlah besar ke Brunei. “Perlu dipertimbangkan secara serius adanya kemudahan pengangkutan barang dari Indonesia langsung ke Brunei Darussalam khususnya dalam jumlah besar. Hal ini tentu akan menekan biaya produksi supaya harga jual produk Indonesia lebih kompetitif,” kata Rudhito.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*