gitaJakarta, liputanislam.com — Pengunduran diri Mendag Gita Wirjawan menuai kritik. Meski banyak pihak mengapresiasi langkah tersebut, namun tidak kalah banyak juga yang mengecamnya sebagai tindakan yang tidak layak. Muncul spekulasi bahwa pengunduran diri tersebut untuk menghindarkan diri dari keterlibatannya dalam kasus impor beras ilegal yang kini menjadi sorotan publik.

Meski Gita menegaskan bahwa pengunduran dirinya karena ingin fokus mengikuti konvensi capres Partai Demokrat, namun hal itu tetap mengundang tanda tanya.

“Mundurnya Gita sebagai Mendag tidak lebih sebagai desain politik untuk bagi dirinya maupun bagi Partai Demokrat,” ujar Direktur Political Communication (Polcomm) Institute, Heri Budianto saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Jumat malam (1/2).

Menurutnya, ada beberapa alasan yang menguatkan hal tersebut. Pertama, perilaku mundur dari jabatan akan dinilai bagian dari sikap terpuji dan akan diapresiasi positif oleh sebagian besar orang.

Kemudian yang kedua, bisa juga dijadikan momentum untuk menarik popularitas dan elektabilitas Gita yang kalah bersaing dengan peserta konvensi lain.

“Ketiga, ini dapat juga desain untuk menarik perhatian media dan publik oleh Partai Demokrat terkait konvensi yang selama ini berlangsung tanpa magnet kuat. Untuk yang ketiga ini saya melihat Presiden SBY akhirnya menyetujui Gita mundur, karena bisa jadi akan menguntungkan Demokrat,” paparnya.

Namun, lanjut Heri, ada hal yang kurang diperhatikan oleh Gita yakni mundurnya dirinya pada saat yang kurang tepat, di mana soal import beras Vietnam yang melibatkan polemik Gita selaku menteri.

“Nah, akhirnya mundurnya Gita diplesetkan karena soal impor beras. Namun, saya yakin ini sudah diprediksi oleh Gita. Tetapi, tetap saja polemik ini yang akan mengemuka,” kata dia.

Langkah Gita tersebut menurutnya akan menjadi blunder di tengah nilai positif apresiasi karena secara gentlemen mundur lalu nilai negatif karena akan dikaitkan dengan soal impor.

Dosen FISIP Universitas Mercu Buana ini menambahkan, bagi Pemerintahan SBY mundurnya Gita tidak akan berdampak signifikan, justru SBY akan mendapatkan penilaian positif. Sebab, Gita adalah peserta konvensi partai penguasa.

“Ini pembelajaran positif bagi pejabat publik. Sudah selayaknya pejabat publik di eksekutif dan legislatif mundur dari jabatan agar tidak terjadi conflict of interest,” tukasnya.

Sosok Mendag Gita Irawan Wirjawan, atau lebih akrab disapa Gita Wirjawan merupakan pria keturunan Jawa-Manado. Kariernya mentereng kala menjabat Kepala BKPM sejak November 2009 silam.

Suami dari Yasmin Stamboel Wirjawan itu adalah menteri termuda dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II pimpinan Presiden SBY. Dia diangkat menggantikan Mari Elka Pangestu, yang saat ini menjadi  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia pada Oktober 2011 lalu.(ca/detik.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL