giok myanmarYangoon, LiputanIslam.com — Aktifis kelompok Global Witness menuduh regim militer Myanmar selama ini telah mendapatkan keuntungan besar dari bisnis giok.

Dalam sebuah laporan berjudul ‘Jade: Myanmar’s ‘Big State Secret”, kelompok itu memperkirakan nilai batu giok yang diekspoitasi di Myanmar tahun lalu mencapai $31 miliar. Selama satu dekade terakhir diperkirakan nilai giok yang dieksploitasi mencapai $120 miliar. Demikian seperti dilaporkan BBC News, Jumat kemarin (23/10).

Keuntungan terbesar dari bisnis itu, tulis BBC News, adalah kalangan militer Myanmar yang selama puluhan tahun memerintah secara otoriter di Myanmar.

“Untuk mengoperasikan tambang giok di Hpakant, Anda harus memiliki kedekatan dengan militer. Perusahaan-perusahaan utama yang tercatat dalam daftar laporan Global Witness bila tidak dimiliki langsung oleh tentara dioperasikan oleh mereka yang dekat dengan tentara,” tulis BBC News dalam laporannya.

Sebagian lainnya dimiliki oleh kelompok-kelompok milisi etnis untuk menjaga mereka tidak mengangkat senjata, tambah laporan itu.

Menurut laporan itu, salah satu perusahaan yang mendapatkan keuntungan besar dari bisnis giok adalah milik jendral purnawirawan Than Shwe yang menjadi pemimpin regim militer Myanmar antara tahun 1992 hingga 2011. Menurut laporan itu perusahaan-perusahaan yang terkait dengan keluarga Jendral Than Shwe mendapatkan lebih dari $220 juta dalam penjualan giok antara tahun 2013 dan 2014.

Perusahaan-perusahaan lain dimiliki oleh para pejabat sebelum maupun setelah pemerintahan ‘demokratis’ Thein Sein terbentuk tahun 2011. Namun tidak ada konfirmasi dari pihak-pihak yang disebutkan dalam laporan itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL