AFGHANISTAN-VOTEKabul, LiputanIslam.com — Komisi pemilihan umum Afghanistan menunda penghitungan ulang hasil pilpres Afghanistan. Akibatnya pengumuman pemenang pilpres yang seharusnya dilakukan hari ini (22/7), ditunda untuk waktu yang tidak diketahui.

Sebagaimana dilaporkan BBC, penundaan tersebut diumumkan komisi pemilihan umum Afghanistan hari Senin petang (21/7). Adapun alasan yang digunakan adalah “terdapat kesalah-pahaman”, namun tidak menjelaskan lebih detil tentang kesalah-pahaman tersebut.

Penghitungan ulang dilakukan terhadap 8 juta suara yang bermasalah, setelah Menlu AS John Kerry melakukan “campur tangan” untuk mengakhiri pertikaian antara kandidat Ashraf Ghani dan Abdullah Abdullah yang saling menuduh melakukan kecurangan.

Sebelumnya Abdullah Abdullah mengancam akan membentuk pemerintahan sendiri, setelah komisi pemilu Afghanistan mengumumkan hasil awal yang menunjukkan kemenangan rival Abdullah Abdullah, Ashraf Ghani.

Abdullah Abdullah memenangkan pilpres tahap pertama yang digelar April lalu, namun gagal mendapatkan suara mayoritas 51%. Dalam pilpres putaran kedua yang digelar 14 Juni lalu, Ashraf Ghani dinyatakan sebagai pemenang sementara, namun ditolak oleh Abdullah Abdullah yang menuduh terjadi kecurangan. Ia bahkan mengancam akan mendeklarasikan kemenangan dan membentuk pemerintahan sendiri.

Para analis mengkhawatirkan penundaan pengumuman pilpres hanya akan meningkatkan ketegangan politik.

BBC melaporkan, delegasi Ghani melakukan aksi “walk out” dalam proses penghitungan yang digelar komisi pemilu hari Sabtu (19/7).

Nader Nadery, pimpinan organisasi pengawas pemilu setempat mengatakan bahwa proses hitung ulang bisa berlangsung jauh lebih lama dari yang diperkirakan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL