kerry karzaiKabul, LiputanIslam.com — Kandidat presiden Afghanistan yang tengah memimpin perolehan suara, Ashraf Ghani, akhirnya menyetujui penghitungan ulang  menyambut kedatangan Menlu AS John Kerry, Jumat (11/7).

Ia membuat pernyataan tersebut sebelum bertemu John Kerry yang datang ke Afghanistan untuk membantu memecahkan krisis politik di negara itu.

Kerry juga bertemu dengan saingan Ghani dalam pilpres Afghanistan, Abdullah Abdullah yang sebelumnya menolak hasil penghitungan awal yang menunjukkan keunggulan Ghani.

“Penghitungan ulang akan membantu meyakinkan integritas dan legitimasi yang rakyat Afghanistan dan dunia akan mempercayainya,” kata Ghani sebagaimana dilaporkan BBC, Sabtu (12/7).

Pengumuman itu disambut gembira oleh Kerry. “Tidak ada yang menyatakan kemenangan saat ini. Hasilnya masih harus diselesaikan, jadi pertanyaan-pertanyaan itu harus diselesaikan dan saya sangat menghargai bahwa Dr Ghani menghormati itu,” kata Kerry.

Pada hari Jumat (11/7), Kerry juga bertemu Presiden Hamid Karzai yang tahun ini habis masa jabatannya setelah mendudukinya selama 10 tahun.

Dengan penghitungan ulang ini maka lebih dari 3 juta suara harus dihitung lagi. Sebelumnya komisi pemilihan umum Afghanistan mengumumkan akan melakukan penghitungan ulang atas 3 juta suara.

Awal minggu ini Abdullah Abdullah, di bawah tekanan pendukung-pendukungnya, mengancam akan mendeklarasikan kemenangan dan membentuk pemerintahan sendiri. AS langsung bereaksi dengan memperingatkan bahwa langkah tersebut akan mendorong  AS menghentikan bantuan keuangan dan keamanan.

Beberapa waktu lalu komisi pemilu telah mengumumkan hasil awal pilpres dengan kemenangan diraih oleh Ghani dengan suara 56,44% suara sementara Abdullah Abdullah 43,45%.

Abdullah Abdullah memenangkan pilpres tahap pertama dengan suara 44,9%, sementara Ghani hanya mendapatkan 31,5%. Pipres tahap pertama dilakukan bulan April sementara tahap kedua bulan Juni lalu.

Akibat protes kubu Abdullah Abdullah, sebanyak 7.000 TPS atau sekitar 1/3 dari seluruh TPS dengan jumlah suara sekitar 3 juta, dilakukan penghitungan ulang.

Penghitungan ulang ini diperkirakan akan bisa mengubah hasil akhir yang akan diumumkan tanggal 22 Juli mendatang, atau sama dengan pengumuman hasil pilpres Indonesia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL