MH370_APHongkong, LiputanIslam.com — Penggalangan dana untuk mengumpulkan dana senilai $5 juta bagi dilakukannya penyelidikan independen atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 telah dimulai. Proyek bernama “Reward MH370” digerakkan oleh keluarga korban MH370 dan dipimpin oleh seorang warga Australia yang tinggal di Hongkong namun tidak memiliki kaitan dengan korban dalam musibah MH370.

Proyek penggalangan dana ini ditargetkan untuk mengumpulkan dana senilai $5 juta. Sebanyak $2,9 darinya akan diberikan kepada siapa saja yang bisa memberi informasi akurat tentang keberadaan pesawat MH370, sedang sisanya untuk membiayai penyelidikan independen.

Pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang dalam penerbangan antara Kualalumpur-Beijing tanggal 8 Maret lalu setelah diketahui melenceng dari jalur seharusnya menuju Samudra Hindia.

Para pejabat terkait mengatakan tengah mengevaluasi kembali data-data untuk mencari keberadaan pesawat MH370. Mereka kini berkonsentrasi pada pencarian dasar Samudara Hindia dengan menggunakan peralatan-peralatan khusus. Namun sampai saat ini belum ada petunjuk jelas tentang keberadaan MH370.

Ethan Hunt, warga Australia yang memimpin proyek penggalangan dana mengatakan kepada BBC: “Saya mendapatkan ide untuk mengumpulkan dana bagi pemberi informasi penting. Selanjutnya membutuhkan waktu 8 minggu untuk menghubungi para keluarga korban. Pada awalnya meraka tidak tertarik, namun kemudian beberapa di antara mereka mendukungnya.”

Lebih jauh Hunt menuduh bahwa ada pihak-pihak yang sengaja menyembunyikan informasi tentang keberadaan MH370 dan penyebab hilangnya pesawat tersebut. Pihak-pihak tersebut, menurutnya adalah dinas inteligen atau jaringan terorisme.

Hunt menambahkan bahwa proyek yang dipimpinnya dikoordinir bersama dengan 5 anggota keluarga korban MH370.

Sarah Bajc, pasangan dari salah seorang korban MH370 Philip Wood yang juga berada dalam kelompok yang dipimpin Hunt, mengatakan bahwa keluarga korban MH370 ingin melihat tragedi tersebut dengan “mata yang lebih jernih”.

“Pemerintah-pemerintah dan lembaga-lembaga negara telah berhasil menutup diri namun gagal mengungkap satu pun bukti, mungkin karena pendekatan yang salah atau karena maksud-maksud yang disengaja oleh beberapa individu,” kata Sarah.

Danica Weeks, istri dari Paul Weeks yang juga menjadi korban MH370 mengatakan, “Kami telah terpotong oleh banyak waktu terbuang di jembatan yang baru saja kami bangun untuk mendapatkan hal-hal ke tangan kami, berfikir di luar kotak dan berusaha melakukan sesuatu untuk menemukan pesawat itu.” — Penggalangan dana untuk mengumpulkan dana senilai $5 juta bagi dilakukannya penyelidikan independen atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 telah dimulai. Proyek bernama “Reward MH370” digerakkan oleh keluarga korban MH370 dan dipimpin oleh seorang warga Australia yang tinggal di Hongkong namun tidak memiliki kaitan dengan korban dalam musibah MH370.

Proyek penggalangan dana ini ditargetkan untuk mengumpulkan dana senilai $5 juta. Sebanyak $2,9 darinya akan diberikan kepada siapa saja yang bisa memberi informasi akurat tentang keberadaan pesawat MH370, sedang sisanya untuk membiayai penyelidikan independen.

Pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang dalam penerbangan antara Kualalumpur-Beijing tanggal 8 Maret lalu setelah diketahui melenceng dari jalur seharusnya menuju Samudra Hindia.

Para pejabat terkait mengatakan tengah mengevaluasi kembali data-data untuk mencari keberadaan pesawat MH370. Mereka kini berkonsentrasi pada pencarian dasar Samudara Hindia dengan menggunakan peralatan-peralatan khusus. Namun sampai saat ini belum ada petunjuk jelas tentang keberadaan MH370.

Ethan Hunt, warga Australia yang memimpin proyek penggalangan dana mengatakan kepada BBC: “Saya mendapatkan ide untuk mengumpulkan dana bagi pemberi informasi penting. Selanjutnya membutuhkan waktu 8 minggu untuk menghubungi para keluarga korban. Pada awalnya meraka tidak tertarik, namun kemudian beberapa di antara mereka mendukungnya.”

Lebih jauh Hunt menuduh bahwa ada pihak-pihak yang sengaja menyembunyikan informasi tentang keberadaan MH370 dan penyebab hilangnya pesawat tersebut. Pihak-pihak tersebut, menurutnya adalah dinas inteligen atau jaringan terorisme.

Hunt menambahkan bahwa proyek yang dipimpinnya dikoordinir bersama dengan 5 anggota keluarga korban MH370.

Sarah Bajc, pasangan dari salah seorang korban MH370 Philip Wood yang juga berada dalam kelompok yang dipimpin Hunt, mengatakan bahwa keluarga korban MH370 ingin melihat tragedi tersebut dengan “mata yang lebih jernih”.

“Pemerintah-pemerintah dan lembaga-lembaga negara telah berhasil menutup diri namun gagal mengungkap satu pun bukti, mungkin karena pendekatan yang salah atau karena maksud-maksud yang disengaja oleh beberapa individu,” kata Sarah.

Danica Weeks, istri dari Paul Weeks yang juga menjadi korban MH370 mengatakan, “Kami telah terpotong oleh banyak waktu terbuang di jembatan yang baru saja kami bangun untuk mendapatkan hal-hal ke tangan kami, berfikir di luar kotak dan berusaha melakukan sesuatu untuk menemukan pesawat itu.”(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL