Референдум о статусе Крыма в Симферополе

Sumber foto: Voice of Rusia

Krimea, LiputanIslam.com — “Referendum Krimea sepenuhnya sesuai dengan standar internasional, hasil-hasilnya harus diakui baik di Ukraina dan negara-negara Barat,” komentar  Johann Stadler, perwakilan Austria pada Parlemen Eropa pada konferensi pers pada hari Minggu (16/3).

Stadler menegaskan bahwa referendum memenuhi semua standar internasional dan menekankan bahwa ia menyaksikan langsung pemungutan suara, dan  tidak melihat adanya penyimpangan/ kecurangan seperti menekan para pemilih. Kotak suara yang transparan juga memungkinkan pengamat internasional untuk melihat bahwa tidak ada manipulasi dalam referendum tersebut.

Dalam referendum yang meminta pendapat rakyat Krimea, apakah hendak bergabung dengan Ukraina atau Rusia, terlihat dukungan yang luar biasa terhadap Rusia. Krimea adalah kawasan otonomi yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Ukraina. Dengan 75% persen suara yang telah dihitung, hampir 96% pemilih ingin menjadi bagian dari Rusia.

Sebelumnya pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menunjukkan bahwa referendum di Krimea sepenuhnya mematuhi Piagam PBB dan hasilnya akan menjadi titik awal dalam menentukan masa depan mereka.

Para pengamat internasional yang hadir saat diselnggarakan referendum untuk kejelasan status Krimea, akan mengadakan konferensi pers pada hari ini, Senin (17/3) terkait hasil referendum. (LiputanIslam.com/voiceofrusia/af)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*