Airlangga Pribadi, foto: Facebook

Airlangga Pribadi, foto: Facebook

Jakarta, LiputanIslam.com — Pernyataan Anis Matta terkait respon dunia terhadap ISIS, menuai kritik dari pengamat politik Unair dan kandidat PhD Asia Research Center Murdoch University, Australia, Airlangga Pribadi. Ia mengatakan, bila benar Anis mengeluarkan pernyataan demikian, patut dipertanyakan, apakah memprotes keras ulah kelompok yang memenggal kepala-kepala manusia hanya karena agamanya (yang berbeda), adalah hal yang lebay? (baca: Anis Matta: Respon Dunia Terhadap ISIS Lebay)

“Ketika semua kalangan tengah membangun solidaritas global membela Palestina, kemudian ada sekelompok kaum yang secara tidak langsung menggoyahkan kekuatan-kekuatan utama pendukung Palestina dengan melakukan teror regional, lalu aksi kelompok itu diprotes keras, apakah ini dianggap lebay?” Tanya dia.

Sebagaimana diketahui, kelompok teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah melakukan berbagai kejahatan kemanusiaan di Irak dan Suriah. Dari laporan PBB, korban jiwa di Suriah sudah mencapai lebih dari 190.000, dan tiga juta penduduk terpaksa mengungsi di negara tetangga.

Sedangkan di Irak, kekerasan terus meningkat pasca jatuhnya Mosul, dan lebih dari satu juta penduduk Irak juga mengungsi ke daerah otonom Kurdistan.

Hillary Clinton, mantan Menlu Amerika Serikat dalam bukunya Hard Choice, terang-terangan mengakui bahwa ISIS adalah bentukan AS, yang bertujuan untuk mendestabilkan kawasan Timur Tengah. (baca: Hillary Akui ISIS Bentukan AS)

“Kehadiran ISIS bisa jadi menguntungkan kekuatan imperialis. Namun demikian relasi-relasi struktural itu tidak berarti kita mengesampingkan ISIS sebagai problem kemanusiaan,” papar Airlangga.

Airlangga menyarankan, bila PKS ingin menjadi partai kelas dunia, PKS perlu mengevaluasi kembali cara dakwahnya dan menghindari komentar-komentar yang kontraproduktif. (ph)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL