foto: the jakarta post

foto: the jakarta post

Jakarta, LiputanIslam.com –– Masyarakat butuh penjelasan atas berbagai kebijakan kontroversial yang diambil oleh Presiden Joko Widodo pasca dilantik sebulan lalu. Jokowi, harus memastikan bahwa ia memiliki alasan yang jelas, guna menghindari keraguan publik atas kinerjanya. Hal itu disampaikan oleh Rully Akbar,  pengamat politik dari Lingkaran Survey Indonesia (LSI).

Menurut Rully, keputusan Jokowi menaikkan harga BBM bersubsidi, terlalu terburu-buru. “Secara teknis, banyak orang di semua tingkatan ekonomi masih tidak dapat memahami alasan di balik keputusan pemerintah (menaikkan harga BBM),” kata Rully, seperti dilansir The Jakarta Post, 24 November 2014.

Seperti diketahui, belum genap sebulan setelah dilantik, Jokowi telah menaikkan harga BBM pada 17 November, dengan alasan sempitnya ruang fiskal dalam APBN. Jokowi juga berjanji akan mengalihkan subsidi ke sektor lainnya seperti pembangunan infrastruktur.

Dalam sebuah survei nasional yang diselenggarakan dari 18-19 November, LSI menemukan bahwa 44,94 persen dari 1.200 responden yang mengatakan mereka tidak puas dengan kepemimpinan Jokowi itu. Survei, yang diadakan di 33 dari 34 provinsi yang ada, dengan margin error  +/- 2,9 persen. Rully menilai, angka ini cukup mengkhawatirkan.

Jokowi, yang berjanji untuk melawan korupsi dan mafia peradilan, juga mengejutkan berbagai aktivis hukum dan HAM, saat ia mengangkat politisi Nasdem, HM Prasetyo, sebagai Jaksa Agung. Sebelumnya Jokowi berjanji, bahwa Jaksa Agung tidak berasal dari partai Politik.

Direktur Pusat Universitas Gadjah Mada untuk Studi Anti Korupsi (Pukat) di Yogyakarta, Zainal Arifin Mochtar, mendesak Jokowi untuk secara terbuka menjelaskan alasan di balik penunjukan Prasetyo itu. Masyarakat akan menganggap bahwa Jokowi telah tersandera pada kepentingan partai, bukan pada kepentingan rakyat.

“Dengan hak prerogatif, Presiden dapat menggunakan metode apapun untuk memilih Jaksa Agung-nya. Namun, juga penting bagi publik untuk mengetahui mengapa Presiden mereka memilih dia (Prasetyo) dibanding kandidat lainnya  yang lebih  berkualitas,” kata Zainal. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL