https://www.facebook.com/groups/806420299402889/

https://www.facebook.com/groups/806420299402889/

Jakarta, LiputanIslam.com – ISIS makin besar, dan telah dibaiat sekitar dua juta Warga Negara Indonesia. Hal itu disampaikan oleh pengamat tindak pidana terorisme Al Chaidar. Meski tak ada data pasti, ia mengklaim informasi tersebut dia dapat langsung dari rekannya yang pernah bergabung dengan ISIS di Irak. “Ini klaim sepihak dari mantan anggota ISIS yang sudah pulang ke Indonesia,” kata Al Chaidar saat dihubungi, Sabtu, 2 Agustus 2014.

Menurutnya, ISIS merekrut 2 juta orang yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Selain di Pulau Jawa, kelompok tersebut juga merekrut anggota di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Medan, Aceh, Lampung, Riau, dan Madura. Rekrutmen diarahkan pada orang berusia 30-40 tahun. Mayoritas adalah anggota organisasi radikal di Indonesia.

BNPT sendiri  menyatakan bahwa sejak awal sudah mendeteksi masuknya ISIS ke Indonesia. Deputi Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayor Jenderal Agus Surya Bhakti, mengatakan paham ISIS sudah masuk ke Indonesia sebelum gerakan tersebut di deklarasikan di Timur Tengah.

“Kami sudah memantau bagaimana paham itu masuk Indonesia,” kata Agus Surya Bhakti saat dihubungi Tempo, Ahad, 3 Agustus 2014. Menurut Agus, paham tersebut masuk ke Indonesia lebih banyak melalui jaringan internet. Masyarakat Indonesia, dengan mudah mengakses informasi seperti berita, artikel, hingga video tentang paham ISIS melalui dunia maya. “Bahkan ada yang berkomunikasi dengan anggota ISIS di Timur Tengah,” kata Agus.

Berbagai deklarasi dukungan terhadap ISIS digelar di berbagai kota seperti Jakarta, Ciputat, Solo dan Malang. Pendukung ISIS juga sangat aktif di jejaring sosial. Salah satunya, dengan cara membentuk grup-grup yang bertujuan mengkampanyekan pergerakan ISIS.

Namun di lain sisi, penolak ISIS juga tidak tinggal diam. Saat ini juga banyak di jumpai grup yang baru dibentuk, seperti Grup Indonesia Menolak ISIS, yang secara aktif mengajak pengguna jejaring sosial untuk mewaspadai kelompok berbahaya yang telah menumpahkan darah di Irak dan Suriah. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL