stephan lendmanWashington DC, LiputanIslam.com — Pengamat politik AS Stephen Lendman mengingatkan bahaya perang nuklir akibat langkah provokatif AS terhadap Rusia di Eropa timur. Hal itu disampaikannya dalam wawancara dengan media Iran Press TV, Kamis (12/3).

“Akhir-akhir ini Washington telah menggelar latihan-latihan perang di Eropa timur, mengirim ribuan pasukan, peralatan militer, amunisi dan senjata ke negara-negara garis depan (dengan Rusia), Latvia, Lithuania, dan Estonia. AS merencanakan latihan-latihan perang, baru di Polandia, Rumania, di negara-negara yang berbatasan dengan Rusia atau yang dekat dengan perbatasan Rusia,” kata Lendman kepada Press TV, Rabu (11/3).

“Ini tentu mengganggu Rusia karena merupakan tindakan provokatif yang disengaja,” tambahnya.

Hal itu dikhawatirkannya akan berujung pada perang nuklir yang dampaknya sangat mengerikan.

Saat ini AS tengah merencanakan untuk mengirimkan peralatan-peralatan militer baru ke Ukraina yang tengah dilanda konflik dengan separatis dukungan Rusia. Di antaranya pesawat-pesawat tanpa awak dan kendaraan taktis lapis baja Humvees.

Seorang sumber di Gedung Putih mengatakan kepada Associated Press, Rabu (11/3), bahwa Wapres Joe Biden telah memberitahukan Presiden Ukraina Petro Poroshenko tentang pengiriman senjata-senjata itu.

“Situasai di Ukraina hari ini adalah apa yang saya sebut sebagai sebuah ‘tinderbox’. AS bertanggungjawab sepenuhnya atas apa yang terjadi dengan menyingkirkan pemerintahan yang demokratis (Presiden Ukraina Victor Yanukovych),” kata Lendman lagi.

Setelah tumbangnya pemerintahan Yanukovych oleh gerakan revolusi ‘demokratis’ dukungan AS bulan Februari 2014 lalu, Ukraina justru terjerembab dalam kehancuran akibat konflik bersenjata berkepanjangan di Krimea dan wilayah Donbass (Donetsk dan Luhansk). Kata Lendman mengakhiri wawancaranya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*