western-leaders_2021144cMoskow, LiputanIslam.com — Negara-negara barat harus membayar kompensasi kepada Rusia atas operasi militer penumpasan kelompok teroris di Suriah. Demikian pernyataan penulis dan aktifis asal AS, Daniel Patrick Welch.

“Mereka harus membayar kepada Presiden Vladimir Putin karena ISIL adalah jin yang telah mereka keluarkan dari botol dan tidak bisa mereka kembalikan,” kata Patrick kepada Press TV, Jumat kemarin (2/10).

Rusia telah melancarkan serangan udara sejak hari Rabu (30/9) terhadap posisi-posisi ISIS dan kelompok pemberontak Suriah lainnya di dekat kota Homs, Hama dan lain-lain di barat Suriah. Serangan itu dikecam oleh AS dan sekutu-sekutunya yang telah banyak membantu pemberonakan di Suriah, namun didukung oleh Iran, sekutu strategis Rusia melawan AS.

“Rusia tengah membantu sebuah negara sekutunya yang tengah mendapat serangan oleh militan-militan asing,” tambah Daniel Patrick Welch.

“Apakah operasi ini mahal? Tentu saja mahal, namun negara-negara barat harus membayar kepada Putin,” kata Welch lagi.

“Mereka telah melakukan perang pura-pura kepada ISIS yang sebagian darinya adalah bentukan mereka, atau setidaknya berasal dari pasukan pembunuh yang pernah mereka bentuk dan latih,” tambah Welch.

“AS dan sekutunya tidak pernah serius memerangi ISIS dan mereka kecewa setelah Rusia datang untuk menyelamatkan sekutunya (Suriah). Washington sangat marah karena era dimana mereka bisa menetapkan sebuah pemerintahan seperti Suriah adalah pemerintahan yang ilegal, kini telah berakhir,” kata Welch lagi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL