pengadilan korean airSeoul, LiputanIslam.com — Pengadilan terhadap mantan eskekutif sekaligus putri dari pemilik maskapai penerbangan Korean Air dimulai, Senin (19/1) kemarin.

Cho Hyun-ah (Heather Cho) yang telah ditahan sejak 30 Desember lalu hadir dalam persidangan dengan menggunakan baju khusus tahanan. Demikian BBC News melaporkan. Ia tiba ke pengadilan dengan bus  tahanan.

Kasus ini muncul tanggal 5 Desember lalu setelah Cho yang saat itu merupakan pejabat eksekutif Korean Air, mengusir 2 awak kabin karena dianggap lalai dengan menyajikan kacang di dalam bungkusan dan bukan di dalam piring kecil. Akibat pengusiran itu pesawat Korean Air yang hendak tinggal landas di bandara New York menuju Korea, mengalami keterlambatan.

Otoritas Korea tetap mendakwa Cho telah melanggar peraturan penerbangan meski yang bersangkutan telah mengundurkan diri dari jabatannya di Korean Air dan menyatakan permohonan ma’af baik kepada publik maupun kepada kedua awak kabin tersebut.

Dalam persidangan hari Senin kemarin, Cho membantah semua tuduhan terhadap dirinya. Dengan kepala tertunduk dan dengan suara rendah ia menjawab semua pertanyaan.

Pengacara Cho menyebut semua tuduhan terhadap kliennya didasarkan pada pernyataan-pernyataan yang dilebih-lebihkan dan menyebut pelanggaran penerbangan yang dilakukan kliennya hanya pelanggaran kecil, karena saat itu pesawat masih barada di darat dan belum mencapai landas pacu.

Cho, yang tidak lain adalah putri dari pemilik Korean Air, Cho Yang-ho, juga dituduh berusaha menghalang-halangi penyelidikan. Sementara itu seorang eksekutif Korean Air juga juga harus menghadapi dakwaan lain karena dianggap berupaya menghalangi penyelidikan dengan memaksa kedua awak kabin tersebut mengubah kesaksiannya.

Cho menghadapi ancaman penjara 10 tahun jika terbukti bersalah.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*