homosek singapuraSingapura, LiputanIslam.com — Para aktifis dan praktisi homoseksual mengecam keputusan pengadilan Singapura yang mengukuhkan undang-undang anti-homoseksual

Pengadilan Banding Singapura, hari Rabu (29/10) lalu menolak gugatan para aktifis homoseksual terhadap UU Nomor 377A yang dianggap menindas hak-hak kaum homo di Singapura. Di bawah undang-undang ini, laki-laki yang melakukan penyimpangan baik secara pribadi maupun secara terbuka bisa dipenjara selama 2 tahun.

Sebagai negara timur yang masyarakatnya masih menghargai nilai-nilai agama dan tradisi, hukum Singapura tidak mengakomodasi “aspirasi” kaum homoseksual. Namun dalam beberapa tahun terakhir, para aktifis kelompok ini berhasil melakukan kampanye persamaan hak bagi para homoseksual.

Pada hari Kamis (30/10), BBC News melaporkan, sebanyak 14 kelompok pembela HAM mengeluarkan pernyataan bersama menyebutkan keputusan pengadilan tersebut sebagai “kemunduran besar bagi persamaan hak”. Mereka menyebut UU nomor 377A “mendorong terjadinya tindak diskriminasi dan kecurigaan”.

Pemerintah sendiri terkesan mendua dengan masalah ini. Di satu sisi tidak bersedia menghapus UU yang diadopsi dari pemerintahan kolonial Inggris tahun 1938, namun di sisi lainnya mengatakan tidak akan melakukan pemaksaan implementasi undang-undang itu.

Sejak tahun 2009 para aktifis homoseksual menggelar pawai tahunan kaum homoseksual.

Pada bulan Juli lalu Perpustakaan Nasional Singapura menarik 2 buku bacaan anak-anak yang mengajarkan homoseksual dan memindahkannya ke bagian bacaan dewasa.

Pada hari Kamis kemarin, para aktifis homoseksual mendapatkan semangat baru setelah CEO Apple, Tim Cook mengumumkan dirinya sebagai seorang homoseks.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL