yarosh2Moscow, LiputanIslam.com — Pengadilan Basmanny, Moskow, hari Rabu (12/3) mengeluarkan surat perintah penahanan secara in-absentia terhadap pemimpin Neo-Nazi Ukraina yang berperan besar dalam penggulingan Presiden Yanukovych, Dmytro Yarosh.

Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa Yarosh telah dituduh “menyerukan terorisme dan aksi-aksi kekerasan dengan menggunakan media massa.” Yarosh diketahui menggunakan media sosial Rusia, “VK.com” untuk mengajak “Osama bin Laden Rusia” dan pemimpin pemberontak Chechnya Doku Umarov untuk bergabung dengan Ukraina menyerang Rusia.

Yarosh secara terbuka mengaku telah bergabung dengan gerakan separatis Chechnya dalam Perang Chechnya I tahun 1994 yang berhasil mengusir Rusia dari Chechnya. Kala itu Rusia masih dipimpin oleh Boris Yeltsin, pemimpin yang dianggap lemah. Namun dengan kepemimpinan Vladimir Putin, Rusia berhasil merebut kembali Chechnya dalam Perang Chenchnya II tahun 1999.

Tekan Rezim Ukraina Persenjatai Neo-Nazi

Sementara itu dikabarkan Yarosh telah menekan rezim baru Ukraina untuk mempersenjatai kelompok Neo Nazi Right. Demikian laporan media Rusia ITAR-TASS mengutip sumber-sumber di kementrian pertahanan Ukraina.

“Tuntutan tersebut telah disampaikan langsung oleh pemimpin Right Sector Dmitry Yarosh kepada pemerintah Ukraina dan menteri pertahanan,” kata sumber tersebut.

Yarosh dalam tuntutannya juga menuduh “pendekatan-pendekatan konservatif” pada beberapa orang menteri telah menghambat pemulihan keamanan di Ukraina dan menghentikan demonstrasi-demonstrasi anti-Ukraina di timur dan selatan Ukraina.

Yarosh menuntut kepada pemerintah untuk menyerahkan sebagian senjata dan perlengkapan militer serta beberapa pusat pendidikan militer kepada dirinya. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menyediakan “meningkatkan kualitas bagi para pejuang Right Sector” demi menjaga integritas wilayah Ukraina.

Pada tanggal 5 Maret lalu media-media Ukraina melaporkan adanya tuntutan kelompok Right Sector kepada pemerintah untuk menetapkan kelompok Neo Nazi tersebut sebagai milisi bersenjata. Perdana menteri rezim baru, Arseniy Yatsenyuk, telah memecat 3 wakil menteri pertahanan yang menolak tuntutan Yarosh.

Paska penggulingan Yanukovych, Yarosh akan terus diingat oleh warga Ukraina dengan aksi-aksi brutalnya. Salah satunya adalah aksi penyerangan terhadap seorang jaksa yang dituduh telah menghambat aksi-aksi kelompoknya. Sementara seorang deputinya dikenang publik dengan aksinya mengancam dewan kota sebuah distrik di Kiev yang tengah bersidang dengan senjata otomatis dan menuntut agar anggota-anggota kelompoknya mendapatkan apartemen gratis.(ca/voice of russia/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL