marmara_donuyor_boyutlar.fh11Den Haag, LiputanIslam.com — Kepala Penuntut Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengatakan tidak akan melakukan tuntutan atas serangan pasukan komando Israel terhadap kapal Mavi Marmara yang menewaskan 9 warga Turki dan seorang warga AS tahun 2010 lalu.

Hal ini dilakukannya, meskipun ia mangakui aksi Israel tersebut “memiliki dasar yang masuk akal sebagai tindak kejahatan”. Ia mengatakan bahwa ICC hanya mengurusi perkara-perkara dalam skala besar.

“Saya telah menyimpulkan bahwa kasus potensial yang muncul dari penyelidikan insiden ini tidak akan cukup
untuk mendorong ICC melakukan tindakan lebih lanjut,” kata kepala penuntut ICC Fatou Bensouda kepada wartawan sebagaimana dilaporkan BBC News, Kamis (6/11).

Sebanyak 10 orang tewas dalam peristiwa tragis Mavi Marmara, ketika pasukan komando Israel menyerang kapal yang ditumpangi oleh para aktifis internasional yang tengah berlayar menuju Gaza untuk membantu warga Palestina. Sembilan dari korban tewas itu adalah warga Turki dan seorang lainnya warga Amerika keturunan Turki.

Fatou Bensouda berdalih sikapnya tersebut berdasar pada Statuta Roma yang menjadi dasar pembentukan ICC. Namun hampir dipastikan hal itu akan mendapat kecaman para aktifis kemanusiaan, dan juga pemerintah Turki.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL