film maker udwinNew Delhi, LiputanIslam.com — Polisi India melarang siaran tentang geng pemerkosa setelah pengadilan New Delhi India memerintahkan pelarangan siaran wawancara yang melibatkan seorang terdakwa pemerkosa yang tengah menunggu hukuman mati.

Pengadilan juga melarang setiap bentuk publikasi dari wawancara itu yang telah membuat marah banyak pihak di India. Demikian seperti dilaporkan BBC News, Rabu (4/3).

Sementara itu pemerintah tengah melakukan penyelidikan dengan memanggil pejabat-pejabat penjara untuk mengetahui mengapa pembuat film asal Inggris Leslee Udwin bisa masuk ke dalam penjara dan mengadakan wawancara dengan terdakwa.

Kasus pemerkosaan massal dan pembunuhan yang menimpa seorang mahasiswi di New Delhi bulan Desember 2012 menjadi berita internasional dan mengguncangkan India.

Wawancara yang dilakukan Leslee Udwin ini rencananya akan ditayangkan di program BBC Storyville berjudul ‘India’s Daughter’ pada tanggal 8 Maret mendatang bersamaan dengan Hari Wanita Internasional. Di India sendiri menurut rencana akan ditayangkan oleh NDTV.

Mendagri Rajnath Singh mengatakan menangani masalah ini dengan serius dan telah memerintahkan Direktur Penjara Tihar untuk memberikan laporan tentang kasus itu. Demikian keterangan beberapa pejabat terkait India kepada kantor berita India PTI.

Sementara itu kepolisian New Delhi mengatakan tengah mendaftarkan 2 kasus terhadap film tersebut, termasuk tuduhan pelanggaran pidana.

“Kami mendesak kepada media massa India untuk tidak mempublikasikannya,” kata Kepala Kepolisian Delhi BS Bassi kepada Times of India.

Dalam wawancara itu disebut-sebut salah satu pelaku perkosaan, Mukesh Singh, tidak menunjukkan penyesalannya dan justru menyesalkan korban yang melakukan pelawanan.

Udwin mengklaim telah mendapatkan ijin untuk membuat film, termasuk mengadakan wawancara dengan terdakwa dari Direktur Penjara Tihar dan Kementrian Dalam Negeri (MHA). Ia juga menyebut upaya pelarangan terhadap filmnya sebagai pelanggaran kebebasan berekspresi. Lebih jauh ia menyebut masalahnya adalah bukan para para pemerkosa melainkan pada masyarakat India sendiri.

Sebelumnya seorang aktifis perempuan menulis surat kepada NDTV untuk membatalkan siaran wawancara tersebut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*