niqabParis, LiputanIslam.com — Pengadilan HAM Eropa memperkuat larangan pemakaian cadar yang ditetapkan di Perancis.

Keputusan itu menanggapi sebuah gugatan terhadap larangan pemakaian cadar telah dilayangkan oleh seorang warga Perancis berusir 24 tahun, yang beralasan larangan tersebut telah melanggar kebebasan beragama dan berekspresi. Demikian laporan BBC, Selasa (1/7).

Hukum di Perancis melarang semua orang mengenakan pakaian yang menutup wajahnya di tempat-tempat umum. Pelanggaran atas hal ini dikenakan denda sebesar 150 euro. Larangan tersebut ditetapkan oleh Presiden Nicolas Sarkozy tahun 2010.Perancis memiliki 5 juta penduduk yang beragama Islam, terbesar di antara negara-negara Eropa.

Namun diperkirakan hanya 2.000 orang di Perancis yang mengenakan cadar, yang banyak digunakan oleh kaum muslimah “konservatif”. Sebagian besar muslimah sendiri memilih jilbab, penutup kepala dan dada yang masih memperlihatkan wajah pemakaianya.

Pengadilan Eropa mengatakan bahwa larangan tersebut “tidak didasarkan pada konotasi agama melainkan pada fakta bahwa hal itu telah menutupi wajah”. Selain itu juga disebutkan pengadilan memperhatikan pandangan negara bahwa wajah memainkan peran signifikan sebagai alat interaksi sosial.

Wanita yang mengajukan gugatan yang disebutkan berinial SAS, mengajukan gugatannya tahun 2011.

Perancis adalah negara Eropa pertama yang melarang pemakaian penutup wajah. Disusul kemudian oleh Belgia tahun 2011. Selain itu beberapa kota di Eropa juga menerapkan larangan yang sama, di antaranya Barcelona.

Selama ini pengadilan Eropa lebih memihak pada pandangan sekularisme yang melarang penggunaan simbol agama di tempat-tempat publik. Namun pada tahun 2010 pengadilan Eropa mendukung keputusan pemerintah yang mengijinkan jilbab digunakan di tempat-tempat publik seperti universitas.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL