pengadilan srebrenicaDen Hag, LiputanIslam.com — Pengadilan di Den Hag, Belanda, menetapkan negara Belanda bertanggungjawab atas tewasnya 300 warga Bosnia dalam peristiwa Pembantaian Srebrenica tahun 1995. Demikian laporan BBC News, Rabu (16/7).

Dalam peristiwa itu diperkirakan sekitar 7.000 warga Bosnis tewas dibantai oleh pasukan Serbia.

Para korban pembantaian adalah pengungsi yang berada di bawah perlindungan pasukan perdamaian PBB asal Belanda (Dutchbat) yang ditempatkan di Srebrenica yang telah ditetapkan PBB sebagai daerah aman. Namun, alih-alih melindungai para pengungsi, pasukan Belanda tersebut justru menyerahkan mereka kepada pasukan Serbia hingga berakhir dengan pembantaian terburuk sepanjang sejarah Eropa paska Perang Dunia II.

Sidang pengadilan yang memutuskan perkara ini didasarkan pada tuntutan “Mothers of Srebrenica”, sekelompok wanita keluarga korban pembantaian. Tahun lalu sebuah persidangan yang serupa menetapkan Belanda bertanggungjawab atas pembunuhan 3 warga Bosnia dalam peristiwa yang sama.

Dalam keputusannya pengadilan menetapkan bahwa pemerintah harus memberikan kompensasi terhadap keluarga 300 korban tersebut. Namun pengadilan tidak menyebutkan tanggungjawab atas korban-korban lainnya yang mencapai ribuan orang. Pengadilan menyebutkan bahwa mereka bukan tanggungjawab pasukan Belanda karena tidak berada di wilayah yang dilindungi pasukan Belanda. Pengadilan juga tidak menyebutkan besarnya kompensasi yang harus diberikan.

“Bisa dipastikan bahwa, jika Dutchbat membiarkan mereka tinggal di dalam barak, orang-orang itu akan tetap hidup. Dengan bekerjasama (bersama pasukan Serbia) mendeportasikan mereka, Dutchbat telah bertindak melawan hukum,” kata hakim yang memimpin sidang.

Wartawan BBC yang berada di ruang sidang bersama keluarga korban pembantaian menyebutkan, keputusan ini merupakan sesuatu yang sangat penting, yaitu bahwa Belanda akhirnya mengakui bertanggungjawab atas tragedi tersebut. Namun di sisi lain menjadi ironi, karena berarti sebagian besar keluarga ribuan korban lainnya tidak mendapatkan keadilan.

Pada hari Jumat (11/7) ratusan warga Bosnia datang ke Srebrenica untuk memperingati peristiwa pembantaian tersebut. Sebagian dari mayat-mayat korban pembantaian masih terkubur di dalam beberapa kuburan massal yang terdapat di Bosnia timur.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL