khalida ziaDhaka, LiputanIslam.com — Pengadilan Bangladesh mengeluarkan perintah penahanan mantan perdana menteri Khaleda Zia, atas tuduhan keterlibatan pemboman bus di Dhaka, tahun depan.

Pada hari Rabu, Pengadilan Dhaka menuduh Zia dan 27 pemimpin dan aktifis partai Bangladesh Nationalist Party (BNP) telah memprovokasi serangan-serangan anti-pemerintah.

Jaksa Shah Alam Talukdar mengatakan, Zia “tersangka utama kasus-kasus tersebut.” Namun Jubir BNP, Ruhul Kabir Rizvi, membantah tuduhan itu dan menyebutnya sebagai ‘menggelikan’.

“Tuduhan itu berdasar motif politik dan merupakan bagian dari konspirasi terhadapnya,” katanya seperti dilaporkan Press TV, Kamis (31/3).

Namun masih belum jelas apakah keputusan pengadilan itu bisa diimplementasikan, sebagaimana perintah serupa yang dikeluarkan tahun lalu yang tidak pernah bisa dieksekusi.

Pengadilan memerintahkan polisi untuk memberikan laporan tentang perintah tersebut pada 27 April lalu.

Sementara itu polisi menyebutkan bahwa ratusan pendukung BNP menggelar demonstrasi di luar markas partai di Dhaka, tidak lama setelah perintah ini keluar.

Selama bertahun-tahun politik Bangladesh didominasi oleh perselisihan antara kedua politisi wanita, Khalida Zia dan Sheikh Hasina, pemimpin partai Liga Awami (ALP) yang kini menjabat Perdana Menteri.

Pada Januari 2014 Hasina menjadi perdana menteri untuk ketiga kalinya setelah memenangkan pemilu tahun itu, yang diboikot oleh BNP dan sekutu-sekutunya.

Serangan bom yang dituduhkan kepada Zia terjadi bulan Januari 2015 dalam aksi demonstrasi besar-besaran yang diwarnai pemblokiran sarana-sarana transportasi. Aksi tersebut diserukan oleh Zia dalam upayanya memaksa Hasina untuk mundur dan digelar pemilihan umum ulang.

Aksi pemblokiran yang berlangsung selama tiga bulan itu menelan 120 nyawa.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL