kircnnerBuenos Aires, LiputanIslam.com — Pengadilan Argentina menolak untuk mengadili kasus tuduhan Presiden Cristina Fernandez de Kirchner menghalang-halangi penyelidikan pemboman pusat kebudayaan yahudi (Jewish Center) tahun 1994.

Seperti dilansir BBC News, Jumat (27/3), dua dari tiga anggota majelis hakim menolak mengadili tuduhan itu dengan mengatakan bahwa tidak ada kejahatan yang dilakukan Kircner.

Kasus ini muncul setelah hakim federal yang memimpin penyidikan pemboman tersebut, Alberto Nisman, menuduh Presiden dan Menlu telah sengaja menutupi-nutupi keterlibatan Iran dalam pemboman tersebut. Nisman sendiri tewas secara misterius ketika tengah merancang penuntutan terhadap presiden.

Presiden Kirchner berulangkali membantah tuduhan tersebut sebagai tidak berdasar. Ia bahkan menuduh keterlibatan aparat inteligen negara dalam kasus tersebut yang berujung pada pembubaran lembaga inteligen negara dan dibentuknya lembaga inteligen yang baru.

Sebelumnya pada Februari lalu, hakim federal yang menggantikan Nisman, Daniel Rafecas, juga telah menolak tuduhan terhadap Kirchner. Ia membuat kesimpulan tersebut setelah mempelajari laporan 350 halaman yang disusun oleh Nisman sebelum kematiannya bulan Januari lalu.

“Dewan Penyidik Federal meratifikasi keputusan oleh Jaksa Daniel Rafecas untuk menolak tuduhan Nisman,” demikian pernyataan Departemen Hukum hari Kamis (26/3).

Nisman ditemukan tewas dengan luka tembakan di kepalanya di apartemennya pada 18 Januari 2014 lalu, hanya beberapa jam sebelum memberikan kesaksian di depan parlemen tentang tuduhannya terhadap presiden dan Menlu Hector Timerman. Meski awalnya penyidik mengumumkan kematian tersebut karena bunuh diri, kemudian diralat dengan pernyataan bahwa kasus ini adalah pembunuhan. Kirsner sendiri dari awal mencurigai kematian tersebut sebagai pembunuhan.

Sama seperti kematian Nisman yang masih misterius, demikian juga dengan kasus pemboman pusat kebudayaan yahudi (AMIA) tahun 1994 yang menewaskan 85 orang itu. Sampai saat ini belum ada yang menjadi tertuduh dalam kasus yang sudah berlangsung selama 21 tahun ini. Sebaliknya, media-media massa barat selalu mengembangkan opini seolah-olah Iran-lah yang bertanggungjawab.

Di sisi lain, para pengamat inteligen independen justru Israel-lah pelaku pemboman tersebut untuk dibebankan kesalahannya kepada Iran.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*