Tel Aviv, LiputanIslam.com—Mantan walikota New York, Rudy Giuliani, mengatakan bahwa AS telah berhasil membuat pemimpin Korea Utara Kim Jong-un “bertekuk lutut” dan memohon melakukan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.

Guiliani pun merekomendasikan pemerintah AS untuk menerapkan kebijakan yang sama kepada Palestina.

Pada bulan lalu, Trump secara sepihak membatalkan pertemuan dengan Kim yang dijadwalkan pada 12 Juni di Singapura. Namun, dia kembali mencabut pembatalan itu.

“Kim Jong Un bertekuk lutut dan memohon untuk itu [pertemuan dengan Trump], hal yang tepat sesuai yang Anda inginkan,” katanya Giuliani di sebuah konferensi di Tel Aviv pada Rabu (6/6/18), seperti dilansir The Wall Street Journal.

Pria yang merupakan pengacara dari Trump itu kemudian merekomendasikan pemeritah AS untuk menggunakan pendekatan yang sama dengan Palestina.

“Mereka juga mengatakan mereka akan berperang nuklir dengan kita, mereka akan mengalahkan kita di perang nuklir,” tegasnya.

Pertemuan Kim dan Trump berlokasi di hotel Capella di sebuah resor eksklusif Sentosa, sebuah pulau kecil di Singapura yang pernah menjadi tempat berkumpulnya bajak laut. Tempat itu, menurut pihak Singapura, dipilih karena keamanannya yang tinggi.

“Lokasi hotel Capella, yang terpisah dengan daratan utama, akan menyediakan dinding virtual yang akan mencegah ancaman keamanan dari luar,” kata peneliti keamanan nasional Singapura, Muhamamad Faizal Abdul Rahman, kepada This Week in Asia.

Namun, menurut pejabat AS kepada media Bloomberg, Kim Jong-un khawatir tentang upaya pembunuhan dalam pertemuan bersejarah tersebut. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*