Israeli PM Netanyahu meets U.S. Senators in JerusalemWashington DC, LiputanIslam.com — Seorang pengacara internasional menyerukan pemecatan terhadap para senator yang telah mengundang perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk berpidato di depan Congress. Hal itu dianggap sebagai pelanggaran terhadap konstitusi.

Kantor berita Iran Press TV, Senin petang (9/3), melaporkan, pangacara Barry Grossman mengatakan bahwa undangan para senator itu telah ‘manabrak’ upaya pemerintah untuk meraih kesepakatan tentang program nuklir Iran. Menurutnya, hal itu merupakan pelanggaran sumpah jabatan untuk ‘mendukung dan membela konstitusi’.

Menyusul pidato Netanyahu di depan Congress tanggal 3 Maret lalu, pada hari Senin kemarin (9/3) 47 senator AS membuat surat terbuka, menyatakan bahwa setiap perjanjian dengan Iran harus disetujui oleh Congress dan bila tidak dianggap tidak lagi mengikat setelah Presiden Obama mengakhiri masa tugasnya tahun 2017.

Grossman menyebut para senator itu telah dengan sengaja berusaha menggagalkan perundingan tentang progam nuklir Iran antara Iran dengan negara-negara P5+1 (AS, Rusia, Cina, Jerman, Inggris dan Perancis), yang tengah pada tahap akhir.

Grossman yang tinggal di Pulau Bali itu mengatakan kepada Press TV bahwa surat terbuka itu bisa menjadi dasar bagi pemecatan terhadap para senator itu. Itu pun masih dianggap terlalu lunak, karena, menurutnya mereka harus dituntut dengan tuduhan pengkhianatan.

“Kalimat-kalimat dalam surat itu menunjukkan bahwa para anggota Congress itu bahkan tidak mengetahui bahwa informasi dan opini umum yang berkembanga adalah bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir,” tambahnya.

“Betapapun, 17 lembaga negara yang meliputi aparatus-aparatus keamanan AS telah dengan konsisten mengatakan sejak tahun 2003 bahwa Iran tidak memiliki program senjata nuklir dan tidak pernah memutuskan untuk memulainya,” tambahnya lagi.

Atas desakan lobi-lobi Israel, para senator itu berusaha menetapkan UU baru bagi pemberian sanksi atas Iran atas program nuklirnya. Presiden Obama yang marah upaya negosiasinya diganggu, mengancam akan memveto undang-undang itu.

“Bahkan sebelum perjanjian itu dibuat, para senator itu telah mengumumkan kepada dunia bahwa mereka tidak patuh pada perjanjian yang dibuat oleh pemerintah dan itu adalah tindakan yang sangat arogan, bodoh dan memalukan,” kata Grossman.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*