Washington, LiputanIslam.com—Sebuah data dari Arsip Kekerasan Senjata Api menunjukkan bahwa penembakan yang baru-baru ini terjadi di sekolah di Florida, AS, merupakan penembakan massal sekolah ke-18  sejak awal 2018. Hal ini menunjukkan, penembakan sekolah di AS terjadi setiap 60 jam sekali.

Arsip Kekerasan Senjata Api merupakan badan non-profit yang mendata kasus-kasus kejahatan yang berhubungan dengan senjata api.

Menurut informasi di website mereka, sebanyak 69 siswa antara umur 1-11 tahun dan 333 siswa remaja (12-17 tahun) terbunuh akibat penembakan massal sejak Januari lalu.

Pada Rabu lalu, terjadi penembakan di Sekolah Menengah Atas Marjory Stoneman Douglas, Pompano Beach, yang menewaskan 17 orang. Pelakunya adalah seorang mantan siswa yang dikeluarkan dari sekolah itu karena alasan disipliner.

Si pelaku, yang diidentifikasi bernama Nikolaus Cruz (19) menggunakan pistol AR-15. Pistol semi-otomatis ini dirilis oleh Colt pada tahun 1960-an, dan telah menjadi senjata favorit untuk pembunuhan massal di AS.

Menurut laporan dari New York Daily News, diperkirakan terdapat 270 juta sampai 300 juta senjata api yang tersebar di AS, dengan satu senjata dimiliki per-orang.

Melihat begitu bebasnya peredaran senjata api di AS, mungkin tak lagi mengejutkan ketika US Centers for Disease Control and Prevention mengeluarkan statistik bahwa senjata api membunuh lebih dari 33.000 orang di AS setiap tahunnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*