skotlandiaLondon, LiputanIslam.com — Para pendukung kemerdekaan Skotlandia mengklaim keunggulan suara dibandingkan lawannya, hanya 2 minggu sebelum referendum kemerdekaan Skotlandia dari Inggris digelar tanggal 18 September mendatang.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Minggu (7/9), jajak pendapat yang digelar Sunday Times bersama lembaga pooling YouGov, menunjukkan untuk pertama kalinya  pendukung “yes” untuk kemerdekaan kini unggul atas pendukung “no”, setelah sebelumnya pendukung “no” selalu unggul.

Jajak pendapat itu menunjukkan 51% mendukung kemerdekaan dan 49% menolaknya.

Pimpinan kelompok pendukung kemerdekaan The Better Together, Alistair Darling, menyebut fenomena ini sebagai “panggilan kebangkitan”.

Jajak pendapat dilakukan terhadap 1.084 orang, antara tanggal 2 hingga 5 September. Jajak pendapat ini tidak menghitung mereka yang tidak memutuskan untuk mendukung atau menolak pemisahan Skotlandia.

Jika semua suara dihitung, maka sebanyak 47% suara mendukung, 45% menolak dan 8% sisanya abstein.

“Jajak pendapat ini menunjukkan bahwa pendukung kemerdekaan mendapatkan momentum besar,” kata Wakil Menteri Utama Nicola Sturgeon, seraya menyebutkan pendukung kemerdekaan umumnya adalah berlatar belakang pekerja dan para wanita.

“Semakin banyak yang mulai menyadari bahwa mendukung kemerdekaan adalah kesempatan bagi rakyat Skotlandia untuk membuat kesejahteraan bagi siapapun yang tinggal di sini, menciptakan lapangan kerja, melindungi layanan-layanan sosial penting seperti NHS dari efek buruk privatisasi Westminster (pemerintah Inggris),” tambah Sturgeon.

Namun hasil berbeda ditunjukkan oleh jajak pendapat yang digelar oleh anti kemerdekaan “Better Together” yang menunjukkan 52% berbanding 48% untuk kemenangan anti-kemerdekaan.

Sementara itu mantan Perdana Menteri Gordon Brown menyalahkan partai konservatif atas merosotnya suara penolak kemerdekaan. Dalam artikel yang ditulisnya di Sunday Mirror, Brown menyebutkan kesulitan mengalahkan suara pendukung kemerdekaan diakibatkan oleh kebijakan pemerintah koalisi yang tidak populer, seperti pengurangan pajak bagi warga kaya serta kebijakan perumahan.

Di sisi lain pemimpin Partai Buruh Ed Miliband dalam wawancara dengan Scottish Mail hari ini (7/9), mengatakan bahwa penutupan perbatasan bisa dilakukan jika Skontlandia memisahkan diri.

“Jika Anda tidak ingin adanya perbatasan, pilih untuk tinggal di Inggris,” kata Miliband.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL