Quito, LiputanIslam.com–Ratusan pendukung Julian Assange turun ke jalanan ibukota Ekuador, Quito, pada Selasa (17/4) untuk memprotes perlakuan pemerintah mereka terhadap jurnalis pendiri Wikileaks itu.

Assange menghabiskan waktu 7 tahun di bawah perlindungan pemerintah Ekuador, namun suakanya dicabut pada minggu lalu setelah kedubes Ekuador di London mengundang polisi Inggris untuk menangkapnya.

Para pendukung Assange juga merupakan pendukung mantan presiden Rafael Correa, yang pertama kali memberikan suaka kepada Assange.

Dalam aksi mereka di Quito, mereka menyebut presiden yang sedang berkuasa, Lenin Moreno, sebagai “pengkhianat” karena mencabut suaka.

Aksi yang digelar di dekat gedung pemerintah itu direspon dengan serangan polisi,  sehingga dua jurnalis dilaporkan terluka.

Selain masalah Assange, para demonstran juga memprotes korupsi yang dilakukan Moreno dan pemerintahannya, PHK pegawat negeri, dan kesepakatan utang dengan IMF. (ra/dw)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*