Gaza, LiputanIslam.com–Para penduduk ekstrimis Israel menutup jalur perlintasan kargo ke Jalur Gaza dan mencegah truk-truk penyuplai barang kebutuhan dasar masuk ke wilayah pendudukan.

Menurut informasi dari Ma’an News Agency, para penduduk ini menghadang truk-truk yang membawa makanan, bensin, gas, dan material konstruksi ke Gaza lewat persimpangan Kerem Shalom pada Minggu (11/11/18).

Mereka mengklaim, penutupan jalan ini dilakukan sebagai respon dari insiden pembakaran layang-layang dan balon helium yang diterbangkan warga Palestina  dalam demo “Great March of Return”.

Persimpangan Kerem Shalom terletak di antara Jalur Gaza selatan dan wilayah pendudukan. Persimpangan ini merupakan pintu masuk utama bagi suplai barang-barang dan perdagangan ke Gaza.

Ini bukan pertama kalinya penduduk Israel mencoba menghadang suplai barang-barang ke Gaza. Rezim Tel Aviv secara rutin menutup perlintasan dan melarang suplai bantuan kemanusiaan.

Pada bulan Agustus lalu, rezim Israel memperketat blokade di Gaza dengan menutup jalan bagi pejalan kaki.

Terdapat tiga perlintasan menuju Gaza. Dua berada di bawah kontrol Israel dan satu lagi oleh Mesir.

Sebagai satu dari dua negara Arab yang memiliki hubungan terbuka dengan Israel, Mesir telah memblokade sisa wilayah ini dengan menutup perbatasan Rafah. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*