pendeta spanyol ebolaMadrid, LiputanIslam.com — Seorang pendeta asal Spanyol menjadi warga Eropa pertama yang meninggal karena virus ebola.

Pendeta Miguel Pajares yang juga menjadi warga Eropa pertama yang terserang penyakit virus ebola, meninggal di rumah sakit Madrid, Selasa (12/8). Demikian laporan Russia Today.

Pajares diterbangkan dari Liberia pada tanggal 7 Agustus lalu setelah diketahui terinvensi virus ebola. Saat itu ia tengah bekerja  di sebuah LSM di Liberia.

Rekan Pajares, perawat Juliana Bohi yang juga direpatriasi dari Liberia, dinyatakan negatif dari infeksi virus ebola.

Pajares adalah satu dari 3 pasien virus ebola pertama yang mendapatkan obat eksperimen anti-virus ebola, ZMapp. Namun berbeda dengan 2 pasien lainnya yang dirawat di AS dan telah menunjukkan tanda-tanda penyembuhan, Pajares mengalami nasib yang berlawanan.

Rumah sakit tempat dirawatnya Pajares menolak untuk memastikan bahwa Pajares telah mendapatkan pengobatan ZMapp sebelum kematiannya.

Sementara itu AFP malaporkan bahwa sebuah tim Panel ahli WHO telah mengijinkan penggunaan obat uji coba seperti ZMapp kepada pasien virus mematikan ebola yang sampai saat ini belum bisa diobati.

“Dalam situasi khusus seperti ini dan berdasarkan beberapa kondisi yang ada, panel mencapai kesimpulan bulat bahwa adalah etis untuk untuk memberikan obat yang masih ujicoba sebagai pencegahan dan tindakan yang potensial,” kata WHO dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan.

Perusahaan farmasi AS pembuat ZMapp, Mapp Bioparmaceutical, mengatakan telah mengirimkan semua persediaan obatnya ke negara-negara yang terkena wabah ebola.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL