wirathuYangoon, LiputanIslam.com — Pemerintah Myanmar dikabarkan tengah melakukan penyelidikan atas penghinaan yang dilakukan pemimpin militan Budha Ashin Wirathu terhadap utusan PBB di Myanmar.

Utusan khusus PBB Yanghee Lee mengadakan kunjungan ke Myanmar minggu lalu dalam misinya mendapatkan informasi tentang penderitaan kaum minoritas Rohingya yang menjadi korban aksi kekerasan rasial. Namun dalam sebuah aksi protes menentang kedatangannya, Wirathu memintanya untuk berhubungan seks dengan orang-orang Rohingya itu. Demikian BBC melaporkan, Rabu (21/1).

Wirathu pernah dipenjara selama 10 tahun karena dianggap telah mendorong terjadinya aksi-aksi kekerasan rasial terhadap orang-orang Rohingya yang dilakukan orang-orang militan Budha.

Sejak tumbangnya regim militer Myanmar tahun 2011, pengaruh pendeta-pendeta militan Budha seperti Wirathu mengalami peningkatan besar. Misi utama mereka adalah mengusir orang-orang Muslim Rohingya yang dianggap sebagai pendatang “haram” di Myanmar, meski mereka telah berada di negara itu sejak puluhan tahun lalu ketika Myanmar belum merdeka dari penjajahan Inggris.

PBB menyebut kaum Rohingya sebagai kaum tertindas dan minggu lalu mengeluarkan resolusi menuntut pemerintah untuk memberikan kewarganegaraan terhadap mereka.

Dalam kunjungannya minggu lalu, Lee mengatakan bahwa Myanmar tengah terancam akan terjerembab jatuh ke belakang dalam transisinya menuju negara demokratis. Ia mengkritik RUU yang diajukan pemerintah yang akan membatasi perpindahan keyakinan dan pernikahan beda agama.

“Jangan merasa Anda sebagai orang yang terhormat karena Anda seorang pejabat PBB. Di sini Anda (Lee) hanyalah seorang pelacur,” kata Wirathu dalam aksi demonstrasi menentang Lee minggu lalu.

Wirathu dijatuhi hukuman penjara tahun 2003 lalu karena dianggap mendorong terjadinya aksi kekerasan terhadap orang-orang Rohingya, namun dibebaskan dengan amnesti tahun 2012.

Menteri Penerangan Ye Htut mengatakan melalui akun resmi Facebook, Rabu (21/1) bahwa pihaknya telah meminta Menteri Agama untuk menyelidikan pernyataan Wirathu itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*