pendakwah pakistanIslamabad, LiputanIslam.com — Seorang pendakwah Sunni terkenal Pakistan dituduh telah menista agama Islam setelah diketahui telah menghina salah seorang istri Nabi Muhammad.

Junaid Jamshed, mantan bintang pop yang alih-profesi menjadi pendakwah, telah menyatakan permintaan ma’afnya, namun masalah ini telah terlanjur berkembang luas.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Rabu (3/12) petang, polisi kini tengah menyelidiki kasus ini, setelah beredarnya video yang menunjukkan Jamshed mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang “menghina” istri paling muda Nabi Muhammad, Aisyah.

Beberapa organisasi Islam Pakistan telah mengajukan tuntutan terhadap Jamshed atas tuduhan “fitnah”. Namun sebagian kelompok lainnya bahkan menuduhnya telah murtad.

Penistaan terhadap Islam merupakan salah satu bentuk kejahatan paling serius yang pelakunya mendapatkan ancaman hukuman mati. Dalam banyak kasus, pelakunya bahkan meninggal mengenaskan diamuk massa. Namun yang membuat kasus ini “unik” adalah karena pelakunya adalah seorang pendakwah terkenal dan kaya raya seperti Junaid Jamshed, demikian BBC News menyebutkan.

Semakin istimewa lagi karena sebagai tokoh Islam Sunni, biasanya sangat menghormati ketokohan Aisyah, lebih besar daripada istri-istri Nabi Muhammad lainnya. Hanya di kalangan Syiah Aisyah kurang mendapat penghargaan karena peran kontroversialnya dalam sejarah Islam, seperti pemberontakannya terhadap Khalifah dan Imam Ali bin Abi Thalib.

Dalam video yang beredar luas itu Jamshed menyebut Aisyah sebagai sosok yang pencemburu dan tukang bohong, salah satu contohnya adalah berpura-pura sakit di hadapan Nabi Muhammad. Hal itulah yang mendorong kelompok Islam terkemuka Pakistan, Sunni Tehrik, mengajukan tuntutan hukum kepada Jamshed.

Junaid Jamshed yang dijuluki “Mullah Disco” karena masa lalunya sebagi bintang populer telah merilis video baru yang meminta ma’af atas “kesalahan”nya.

“Saya mengakui kesalahan saya. Saya tidak sengaja melakukannya,” katanya.

“Dengan setulus hati saya memohon ampun kepada Allah dan saya memohon kepada seluruh umat Islam untuk memaafkan saya,” tambahnya.

Namun jubir Sunni Tehrik, Mohammad Mobeen Qadri, mengatakan kepada BBC Urdu bahwa permintaan ma’af tidak menghentikan kasusnya di pengadilan.

Sebelum menjadi pendakwah, Jamshed adalah anggota kelompok musik “Vital Signs” yang album-albumnya sering menduduki puncak daftar album musik terlaris di Pakistan. Kini keberadaan Manshed tidak diketahui publik.

“Kini kasusnya sudah di tangan penyidik. Kami akan menangkap Jamshed, dan terserah padanya apakah akan mengajukan penangguhan (dengan jaminan) atau maju ke pengadilan atas kasusnya,” kata Mehmood Ahmed, pejabat kepolisian Karachi kepada kantor berita Reuters.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL