mh370Kualalumpur, LiputanIslam.com — Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak Maret lalu akan ditunda setidaknya selama 2 bulan lagi. Hal ini karena ternyata tanda “ping” yang selama ini diduga berasal dari pesawat itu dan menjadi dasar pencarian, ternyata palsu. Demikian pernyataan seorang pejabat AL AS kepada CNN.

Pengakuan mengejutkan itu disampaikan hari Rabu (28/5), saat para pencari mengakhiri tahap pertama pencarian atas wilayah seluas 329 mil persegi di dasar Samudra Hindia berdasarkan petunjuk 4 tanda “ping” yang dideteksi 7 minggu lalu.

Para ahli kini meyakini bahwa tanda “ping” itu bukan berasal dari MH370, melainkan dari sumber-sumber lain yang tidak terkait dengan MH370. Demikian kata Michael Dean, wakil direktur Ocean Engineering AL AS.

“Jika ping itu berasal dari rekorder (MH370), para pencari pasti sudah menemukannya,” katanya.

Menurut Dean, dengan kesimpulan baru itu maka pencarian MH370 akan tertunda setidaknya selama 2 bulan lagi untuk menemukan kemungkinan petunjuk baru.

Data Satelit MH370 yang Dirilis Dipertanyakan

Sementara itu keluarga korban MH370 mengecam data satelit yang dirilis pemerintah Malaysia dan perusahaan operator satelit Inmarsat, hari Selasa lalu (27/5). Mereka menyebut data itu tidak lengkap dan tidak memberikan informasi baru. Mereka juga mempertanyakana mangapa begitu lama diperlukan waktu untuk merilis data tersebut.

Steve Wang, keluarga korban pesawat yang hilang dari Cina, mengatakan, “Data tersebut (yang dirilis pemerintah) memiliki arti. Data seharusnya membawa ke kesimpulan, bukan hilangnya pesawat.”

Otoritas Malaysia percaya pesawat telah dibelokkan dari jalurnya dan telah jatuh di Samudra Hindia.

Para analis mengatakan, ada data-data yang sengaja dihilangkan karena alasan yang tidak diketahui, termasuk rekaman data lokasi pesawat selama 30 menit. Sebagian besar data yang dirilis tersebut adalah data saat pesawat masih berada di landasan bandara Kualalumpur.

Di antara data penting yang tidak ditunjukkan, kata ahli sebagaimana dikutip BBC, adalah data lokasi satelit serta jaraknya dengan pesawat MH370, sehingga membuat kesulitan bagi para analis independen.

Mischa Dohler, pakar telekomunikasi King’s College London, mengatakan, hilangnya beberapa data kunci menimbulkan banyak pertanyaan.

“Mengapa sistem satelit mati selama satu jam? Kami tidak tahu,” katanya.

“Mengapa tidak banyak data yang diminta dari stasiun pengendali? Kami tidak tahu. Mengapa hanya “handshake” terakhir, bukan “handshake” yang dikirim dari stasiun pengendali melainkan dari pesawat? Kami tidak tahu,” katanya lagi.(ca/cnn/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL