pencarian longsor sajuAnnapurna, LiputanIslam.com — Tim pencari korban salju longsor di Annapura, Nepal, mengumumkan bahwa tidak ada lagi korban selamat yang harus dicari, dan kini memusatkan pencarian pada jenasah korban tewas yang tertimbun di dalam es.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Senin (20/10), pejabat Nepal mengatakan bahwa pihaknya telah menghentikan upaya pencarian korban selamat setelah memastikan tidak ada lagi di antara mereka yang bisa ditemukan.

Namun masih belum jelas, berapa korban tewas yang jenasahnya masih tertimbun di bawah salju.

Sampai saat ini otoritas setempat menyebutkan setidaknya 39 orang tewas dan hampir 400 orang berhasil diselamatkan dalam musibah badai dan longor salju yang terjadi minggu lalu.

Selama 5 hari tim pencari yang dibantu tentara melakukan operasi pencarian korban dengan melibatkan sejumlah helikopter. Operasi pencarian tersulit terjadi hari Minggu (19/10) akibat cuaca yang memburuk. Untuk menambah efektifitas pencarian, otoritas kini berupaya menjaring informasi tentang korban yang hilang dari para korban yang selamat.

Di antara korban tewas, selain warga Nepal, juga berasal dari Jepang, Israel, Kanada, India, Slovakia, Vietnam, Perancis dan Polandia.

Di antara korban yang selamat mengalami “frostbite” atau kematian jaringan tubuh dan pembusukan akibat pembekuan oleh es, dan harus menjalani amputasi.

Seorang pendaki profesional mengatakan kepada BBC bahwa badai salju dan sejumlah longsoran yang melanda hari Rabu (15/10) lalu, merupakan yang terburuk sejak 10 tahun terakhir.

Meski bulan Oktober merupakan bulan favorit bagi para pendaki gunung Himalaya dari seluruh dunia, karena cuaca biasanya cerah. Namun diduga karena pengaruh badai Hudhud yang melanda India dan Bengladesh, cuaca pun berubah drastis.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL