Tehran, LiputanIslam.com–Penasihat Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Nathalie Tocci, yang baru kembali dari kunjungan ke Iran, mengecam media internasional atas peliputan yang menyimpang terhadap kerusuhan yang terjadi di Republik Islam itu.

Dalam serangkaian tulisannya di Twitter, Tocci, yang juga bekerja sebagai direktur badan think-tank Istituto Affari Internazionali, mencatat “ketidakcocokan yang menganggu” antara pemberitaan media internasional atas aksi protes dan “situasi di lapangan”.

Ia menulis, peristiwa kerusuhan yang terjadi pada 26 Desember “sudah pasti tidak layak menerima perhatian yang diberikan media internasional yang mengatakan negara itu berada di ambang pergolakan politik besar”.

“Hal ini sudah pernah terjadi di mana-mana, pemberitaan menjadi jauh berbeda [dari kenyataan],” tulisnya.

Senada dengan Tocci, Duta Besar Inggris untuk Iran, Nicholas Hopton, pada hari Selasa lalu menyampaikan kekhawatirannya terhadap cara media dari negaranya memberitakan aksi protes di Iran.

“Saya prihatin atas pemberitaan media Inggris tentang kerusuhan yang terjadi baru-baru ini di Iran,” kata Hopton dalam konferensi yang digelar oleh Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri (SCFR) Iran.

Menurut Hopton, media-media Inggris ini tidak mengikuti kebijakan London untuk tidak menginterfensi urusan dalam negeri Iran.

Dia juga menekankan bahwa rakyat Iran perlu membuat keputusan sendiri, dan bahwa “apa yang diinginkan demonstran tidak ada hubungannya dengan kita dan pemerintah Inggris tidak akan melakukan interfensi apapun.” (ra/farsnews)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL