petrasWashington, LiputanIslam.com—Presiden terpilih AS, Donald Trump, membuktikan ia tidak tertarik dalam konfrontasi militer dengan negara lain seperti Rusia. Namun, penasehat radikal Trump mungkin akan “membentuk kembali” agendanya. Dengan kata lain, sangat mungkin janji-janji Trump tidak terealisasi karena ia disetir oleh penasehatnya. Demikian diungkapkan James Petras, seorang analis politik dari New York.

Berdasarkan penyataan dari Kremlin, Trump telah berdiskusi via telepon dengan Putin tentang pentingnya “menormalkan” hubungan antara Moscow dan Washington. Menanggapi hal ini, Senator AS, John McCain, berkomentar bahwa Rusia tidak dapat dipercayai.

Menurut Petras, komentar McCain itu ditujukan untuk mencegah Trump merealisasikan salah satu janji kampanyenya yaitu bekerjasama dengan Rusia. Petras juga mengatakan kebijakan Presiden AS ke-45 ini terhadap Moskow berkebalikan dengan yang diinginkan Hillary Clinton.

“Saya rasa ini adalah satu langkah menjauhi konfrontasi nuklir yang ada di agenda Clinton,” kata Petras.

“Saya pikir meskipun terdapat berbagai reaksi dari kabinet dan kongres Trump, setidaknya tidak akan ada perang lagi di Suriah… dan Ukraina,” tambah Petras. “Pemerintahan Trump kelihatannya akan melangkah menuju kedamaian daripada perang.”

Namun Petras mengingatkan agar publik tidak terlalu percaya pada prediksi mengenai langkah Trump.

“Kita tidak bisa mempercayai prediksi tentang langkah-langkah Trump. Mungkin saja para penasehatnya yang membentuk kembali agendanya.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL