penarikan senjata ukrainaDonetsk, LiputanIslam.com — Pasukan Ukraina dan separatis Ukraina timur mengumumkan penarikan senjata berat dari garis depan pertempuran setelah keberhasilan dilakukannya tukar-menukar tawanan.

Seperti dilaporkan kantor berita Iran Press TV, Senin (23/2), wakil komandan pasukan kelompok separatis Donetsk People’s Republic (DPR) Eduard Basurin mengumumkan kedua pihak sepakat untuk menarik persenjataan berat dari wilayah pertempuran.

“Hari ini, kami telah melakukan pekerjaan persiapan, dan mulai tanggal 24 (Selasa) proses penarikan persenjataan berat akan dimulai,” kata Basurin kepada Donetsk News Agency.

Sementara itu komandan pasukan Ukraina Jendral Aleksandr Rozmaznin membenarkan pernyataan Basurin dengan mengkonfirmasi adanya dokumen kesepakatan penarikan tersebut.

Penarikan tersebut dijadwalkan akan selesai pada tanggal 7 Maret, sesuai dokumen yang ditandatangani kedua pihak.

Sementara itu kantor berita Rusia Russia Today melaporkan, para pengamat dari Organisasi Keamanand dan Kerjasama Eropa OSCE kini tengah mengawasi proses penarikan tersebut.

“Sebuah misi khusus OSCE telah memonitor pergerakan senjata-senjata berat selama 5 bulan,” kata Ketua tim pengamat OSCE di Ukraina Ertugrul.

Sementara itu Menlu Jerman Walter Steinmeier pada hari Minggu (22/2) menyatakan optimismenya bahwa konflik di Ukraina akan mereda setelah keberhasilan tukar-menukar tawanan minggu lalu.

“Ada tanda-tanda awal bahwa hal ini setidaknya akan mereda. Kedua pihak akhirnya setuju untuk bertukar tawanan dan tampaknya mulai menarik senjata-senjata berat, tidak semuanya, namun di tempat-tempat kunci pertempuran sebagai bagian dari perjanjian perdamaian Minsk,” kata Steinmeier kepada media Jerman Bild.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL