Washington, LiputanIslam.com–Pengguna media sosial menyuarakan kemarahan atas penangkapan sewenang-wenang presenter Press TV di AS. Penangkapan itu disebut menyeleweng dari klaim AS atas demokrasi dan HAM.

Presenter dan jurnalis Iran-Amerika, Marzieh Hashemi, ditangkap dan dipenjara oleh FBI dengan alasan yang tak jelas ketika ia hendak mengunjungi keluarganya di Missouri pada Minggu (13/1).

Anggota keluarga dan aktivis media kini telah meluncurkan kampanye media sosial dengan tagar #FreeMarziehHashemi (bebaskan Marzieh Hashemi) dan #Pray4MarziehHashemi sebagai dukungan untuknya.

Sejumlah pengguna media sosial dan pembaca website berita Press TV pun mengecam penangkapan ini sebagai bentuk pelanggaran HAM dan kebebasan bersuara di AS.

“Pemerintah Amerika rasis. Ketika mereka tidak bisa membuktikan keadilan kepada dunia, mereka menangkap warga sipil tak bersalah untuk membuktikan tindakan rasis fundamentalis mereka,” tulis seorang pembaca.

Jubir kemenlu Iran, Bahram Qassemi, juga telah menyerukan pembebasan Hashemi sesegera mungkin.

“Kami mengutuk penangkapan ilegal presenter Press TV Marzieh Hashemi, dan perlakuan tidak manusiawi kepadanya di penjara di Washington,” kata Qassemi seperti dikutip oleh kantor berita IRNA.

“Penangkapan mendadak seorang wanita Muslim Amerika, dan perilaku tak berperikemanusiaan dan tidak sopan dari petugas federal AS kepadanya adalah contoh yang jelas bagaimana rezim apartheid memperlakukan warganya yang bukan kulit putih,” tuturnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*