Sumber: suarantb.com

Mataram, LiputanIslam.com– Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) enggan menambah jumlah pengungsi  Jamaah Ahmadiyah yang diusulkan Pemkab Lombok Timur.  Kepala Bakesbangpol Kota Mataram, Rudi Suryawan mengaku penolakan itu karena pengungsi yang sudah bertahun-tahun di Asrama Transito Majeluk hingga kini belum ada proses penyelesaian.

“Karena itu, kami berharap masalah warga Ahmadiyah yang saat ini dititip di Balai Latihan Kerja (BLK) dari Kabupaten Lombok Timur dapat diselesaikan oleh pemerintah setempat bersama pemerintah provinsi secara arif dan bijaksana,” ucapnya pada Selasa (25/6).

Rudi menjelaskan, sebanyak 35 KK atau 131 jiwa pengungsi Ahmadiyah di Transito sejak tahun 2006 atau sudah sekitar 13 tahun hingga saat ini belum ada solusi. Sementara kapasitas untuk penambahan juga tidak memungkinkan lagi.

Baca: Didiskriminasi, Penganut Ahmadiyah Kesulitan Dapatkan E-KTP

“Oleh karena itu, kami berharap pemerintah provinsi juga bisa bijak terhadap kondisi ini dan dapat mencari aset lain yang berada di luar kota untuk memindahkan pengungsi tersebut,” katanya.

Apalagi jika 30 KK warga Ahmadiyah dari Lombok Timur itu tidak dapat membaur dengan warga sekitar. Hal itu dikhawatirkan kejadian yang menimpa warga Ahmadiyah di Lombok Timur membias kepada warga jemaah Ahmadiyah di Mataram. (aw/ngopibareng/antara).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*