Tehran, LiputanIslam.com—Ulama besar Iran, Muqtada al-Sadr, mengecam rencana relokasi kantor kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds. Ia mengatakan, pemindahan tersebut merupakan “deklarasi perang terhadap Islam.”

“Memindahkan kantor kedubes AS ke Yerusalem akan menjadi deklarasi perang paling eksplisit terhadap Islam,” kata  Sadr pada Selasa (24/01/2017).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dalam kampanye menjelang pilpres berjanji akan memindah Kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis, meski tindakan itu menyalahi kebijakan para pemimpin AS pendahulunya yang menolak rencana pemindahan yang diputuskan oleh Kongres AS pada 1995 tersebut.

Sadr meminta Liga Arab dan Organization of Islamic Cooperation (OIC) untuk segera mengambil langkah tegas atas tindakan tersebut. Ia juga meminta “penutupan kedubes AS di Irak secepatnya” jika Washington masih memegang teguh rencana mereka.

Pada Senin lalu, pemerintah AS mengumumkan bahwa mereka masih “melakukan diskusi awal” dalam rencana pemindahan kedubes.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah memperingatkan bahwa pemindahan kedubes AS ke Yerusalem akan menghentikan proses damai di Timur Tengah. Juru Bicara Partai Fatah juga menegaskan tindakan Trump tersebut seakan-akan “membuka gerbang neraka.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL